
Bandar Lampung (Globalasia 48 co.id) – Curah hujan tinggi mengguyur wilayah Kota Bandar Lampung menyebabkan bencana alam berupa banjir bandang dan tanah longsor serta pohon tumbang di sejumlah kecamatan daerah itu, Senin (21/4/2025).
Peristiwa banjir kali selain mengenangkan pemukiman penduduk juga mengakibatkan kerusakan barang berharga serta adanya korban jiwa.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. Yuni Iswandari Yuyun, mengatakan akibat curah hujan tinggi yang terjadi mengakibatkan tiga kecamatan wilayah Lampung terdampak banjir yaitu Kecamatan Panjang yang dilanda banjir bandang dan daerah Kecamatan Sukabumi mengalami tanah longsor serta di Kecamatan Way Halim adanya pohon tumbang.
Berdasarkan data Ops Polresta Bandar Lampung, bencana banjir paling parah terjadi di wilayah Panjang Utara dan Panjang Selatan, dengan jumlah korban terdampak sebanyak 3.094 KK atau sekitar 10.969 jiwa. Tercatat, 3.094 rumah dan 1 unit kendaraan roda empat turut terdampak.
“Peristiwa banjir kali ini, diketahui ada tiga korban jiwa, seluruhnya warga Kelurahan Panjang Utara inisial D (52), MA (20), dan K (60),”katanya.
Ia juga menjelaskan pihaknya telah melaksanakan evakuasi korban banjir dan longsor, serta membantu warga membersihkan sisa-sisa lumpur dan material pasca banjir.
“Selain itu, kami juga memberikan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak musibah ini,” ujar Yuni, Senin (21/4/2025).
Lebih lanjut personel Polresta Bandar Lampung telah diterjunkan ke lokasi untuk memberikan bantuan langsung kepada masyarakat.
Selain lakukan evakuasi dan pengamanan, pihaknya juga turut membantu dalam pendistribusian bantuan dan penyaluran tempat tinggal sementara bagi warga yang rumahnya terdampak.
“Kami berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan masyarakat terdampak mendapat tempat tinggal yang layak serta kebutuhan dasar lainnya,” terangnya.
Polda Lampung mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat curah hujan masih tinggi. Warga di wilayah rawan banjir diminta segera melapor jika terjadi tanda-tanda longsor atau banjir susulan. (GA/HAR)
Editor: Satriaji








