Jakarta (Globalasia 48 co.id) – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI mengirimkan surat resmi ke Duta Besar Swedia untuk Indonesia Marina Berg, di Jakarta sebagai bentuk protes atas aksi pembakaran Al Quran yang terjadi di Negara Stockholm, Swedia.
Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini, menjelaskan bahwa surat tersebut mewakili kekecewaan umat Islam atas aksi intoleran, provokatif, dan tidak bertanggung jawab yang bukan pertama kali terjadi di Swedia.
“Sebagai bentuk tanggung jawab dan kecintaan Fraksi PKS atas ketertiban dan perdamaian dunia, Fraksi PKS mengirim surat resmi ke Duta Besar Swedia di Jakarta HE Mrs. Marina Berg,” kata Jazuli, Jum’at (7/7/2023).
Selain ketua Fraksi PKS Jazuli, surat berkop Fraksi PKS itu ditandatangani pula oleh Sekretaris Fraksi PKS DPR RI Ledia Hanifa Amaliah.
“Fraksi PKS DPR RI berharap kerja sama Indonesia dan Swedia semakin kuat termasuk dalam upaya mempromosikan ketertiban dan perdamaian dunia,” ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa surat resmi Fraksi PKS yang dikirimkan ke Dubes Swedia di Jakarta itu, bertujuan untuk menyampaikan protes dan kekecewaan atas aksi yang melukai perasaan umat Islam tersebut.
“Surat PKS mewakili keprihatinan dan kekecewaan umat Islam di Indonesia dan dunia,” terang Wakil Presiden Forum Anggota Parlemen Muslim Dunia (IIFP) itu.
Melalui surat tersebut, lanjutnya, Fraksi PKS mendorong Swedia untuk mengambil langkah yang tegas dan konkrit agar aksi serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.
Jazuli menerangkan kembali bahwa Fraksi PKS, mengingatkan pentingnya kesadaran dan tanggung jawab bersama seluruh negara maupun warga dunia dalam rangka mewujudkan dunia yang damai, tenang, aman dan kondusif.
“Untuk itu penting untuk melawan segala bentuk aksi intoleransi, insinuasi kebencian dan permusuhan. Sebaliknya, warga dunia harus mengedepankan rasa tanggung jawab, saling menghormati dan menghargai, serta toleransi atas berbagai perbedaan khususnya soal agama dan keyakinan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Jazuli menjelaskan bahwa dalam surat tersebut, Fraksi PKS pun berpendapat bahwa peradaban dunia tidak bisa dibangun atas dasar kebencian dan intoleransi.
“Sikap hipokrit tersebut sama sekali bukan merupakan ekspresi kebebasan yang bertanggung jawab dan tidak mencerminkan peradaban modern,” terang dia kembali.
Dia menyebut bahwa Fraksi PKS menyatakan tidak ada kebebasan yang melanggar serta menghina hak asasi orang lain, untuk itu kebebasan harus memiliki batas agar tidak melanggar hak asasi orang lain demi menjaga ketertiban serta perdamaian.
Selain itu, dia menyebut Fraksi PKS akan terus mendorong langkah-langkah terpadu dan kolektif untuk mencegah terulangnya insiden pembakaran Al Quran di Swedia maupun di negara lain, berita dikutip dari Antara.
“Salah satunya dengan menggalang dukungan dan gerakan bersama dari inter-Parliamentary Union (IPU),” katanya.
Diketahui, kasus pembakaran Al Quran teranyar adalah “provokasi kotor” yang dilakukan oleh seorang imigran Irak berusia 37 tahun, Salwan Momika, di Stockholm pada 28 Juni lalu, yang bertepatan dengan momentum Hari Raya Idul Adha. GA/Antara










