
Lampung Utara (Globalasia 48 co.id) – Polres Lampung Utara berhasil menggagalkan adanya aksi tauran antar pelajar SMA yang ada di wilayah Kotabumi, setempat, Senin (27/7/2026).
Atas kejadian itu, petugas mengamankan puluhan pelajar yang diduga akan terlibat dalam aksi tawuran dan selanjutnya memberikan pembinaan serta menyerahkan mereka kepada pihak sekolah masing-masing.
Berdasarkan informasi yang diterima, awalnya masyarakat melaporkan adanya dugaan rencana tawuran yang akan berlangsung di kawasan belakang Islamic Center, Jalan K.S. Tubun, sekitar pukul 15.15 WIB.
Menindak lanjuti informasi tersebut, personel Piket Walet dan Piket Pamapta II bersama piket fungsi melaksanakan patroli di lokasi, namun tidak menemukan adanya aksi tawuran.
Selanjutnya, petugas kembali menerima informasi mengenai adanya sekelompok pelajar yang berkumpul di Jalan Etshiko Siomi, Kelurahan Kelapa Tujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan.
Saat tiba di lokasi, petugas menemukan 44 pelajar yang terdiri dari 22 siswa SMA Negeri 3 Kotabumi, 20 siswa SMK Negeri 1 Kotabumi, dan 2 siswa Ibnurus.
Para pelajar kemudian didata, diberikan pembinaan, serta dilakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang mereka gunakan. Hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya senjata tajam maupun benda berbahaya yang akan digunakan untuk aksi tawuran.
Kapolres Lampung Utara AKBP Deddy Kurniawan, melalui Kasi Humas Iptu Herawati, menjelaskan langkah cepat yang dilakukan personel merupakan bentuk respons terhadap setiap informasi dari masyarakat guna mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami mengapresiasi kepedulian masyarakat yang segera melaporkan adanya dugaan aksi tawuran. Berkat respons cepat personel di lapangan, potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sehingga situasi tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Ia menjelaskan seluruh pelajar yang diamankan tidak ditemukan membawa senjata atau benda berbahaya. Kepolisian lebih mengedepankan langkah pembinaan dengan memberikan edukasi, menghubungi pihak sekolah, serta menyerahkan para pelajar kepada sekolah masing-masing dalam keadaan sehat.
“Kami mengimbau kepada para pelajar agar tidak mudah terprovokasi untuk melakukan aksi tawuran maupun bentuk kenakalan remaja lainnya. Peran orang tua, sekolah, dan masyarakat sangat penting dalam melakukan pengawasan serta pembinaan terhadap anak-anak agar tidak terjerumus ke dalam perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” terangnya.
Pihaknya akan terus meningkatkan patroli preventif dan merespons cepat setiap laporan masyarakat sebagai upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman, nyaman, dan kondusif.(GA/HAR)
Editor: Satriaji








