
Surabaya (Globalasia 48 co.id) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mendata kerusakan pasca gempa berkekuatan magnitudo 6,5 di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jum’at (22/3/2024), lalu.
Penjabat (Pj) Gubernur Jatim Adhy Karyono melalui keterangan tertulis di Surabaya, Sabtu (23/3/2024), mengatakan Pulau Bawean terdampak cukup parah karena paling dekat dengan pusat gempa, yaitu 130 kilometer timur laut wilayah Tuban dengan kedalaman 10 kilometer.
“Gempa tercatat sebanyak 159 kali sejak Jumat (22/3/2023) lalu pukul 11.22 WIB hingga Sabtu pukul 09.07 WIB,” katanya.
Adhy memastikan sejak kemarin Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim telah mengirimkan Tim Respons Cepat (TRC) ke Pulau Bawean untuk melakukan asesmen potensi kerusakan dan kebutuhan warga yang mendesak.
“Saya akan langsung turun ke sana untuk memastikan bahwa seluruh warga terdampak bisa terpenuhi kebutuhannya. Sekaligus melakukan asesmen lapangan terhadap dampak dari gempa yang terjadi supaya bisa segera kita tangani,” ujarnya.
Adhy mengimbau masyarakat agar tidak perlu panik apa bila terjadi gempa susulan.
“Bila memungkinkan segera keluar ke lapangan terbuka. Namun bila tidak memungkinkan gunakan meja atau benda kokoh lainnya untuk berlindung di bawahnya. Tidak perlu panik, tetap waspada, semoga tidak terjadi gempa susulan yang lebih besar,”terangnya.
Sementara BPBD Jatim mendata wilayah terdampak gempa meliputi wilayah Kabupaten Gresik, Tuban, Lamongan, Bojonegoro, Pamekasan, dan Kota Surabaya.
Di sejumlah daerah tersebut, terdata sebanyak 51 rumah rusak ringan, 13 rumah rusak sedang, dan lima rumah rusak berat.
Selain itu, gempa juga mengakibatkan kerusakan pada dua sekolah, empat rumah sakit, satu pondok pesantren, lima kantor desa, tiga tempat ibadah, dua kandang ternak, satu gedung, dan dua sepeda motor, sesuai berita dikutip dari Antara.
Beruntung kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, selain dua warga yang mengalami luka ringan akibat tertimpa reruntuhan. GA/Antara








