
Lampung Utara (Globalasia 48 co. id) -Masyarakat Lampung Utara kembali di gemparkan dengan ditemukan mayat bayi jenis perempuan tak berdosa sengaja dibuang di saluran anak sungai Desa Tulung Balak, Kecamatan Tanjung Raja, Lampura, setempat, Rabu (11/9/2024), sekitar pukul 12.30 Wib.
Bayi baru lahir itu, ditemukan kondisi mengenaskan telah bau membusuk dengan kondisi masih ada tali pusar dan tidak mengenakan pakaian dengan posisi tubuh tersangkut di aliran sungai.
Menurut Kasi Humas Polres Lampung Utara Iptu Budi mewakili Kapolres AKBP Teddy Rachesna, Kamis (12/9/2024), sesosok bayi baru lahir jenis kelamin prempuan ditemukan pertama kali oleh warga yang hendak buang air di saluran anak sungai tersebut.
“Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi tubuh tersangkut kodisi tidak mengenakan pakaian dan tampak masih ada tali pusar yang menempel, “katanya.
Kasi Humas menjelaskan selain itu kondisi mayat bayi jenis perempuan tak berdosa kondisi telah membusuk yang diperkirakan sudah tiga hari meningal dunia.
“Saat ini mayat bayi tersebut telah dievakuasi dibawa Ke Pukesmas Kecamatan Tanjung Raja guna di identifikasi serta penyelidikan lebih lanjut, “ujarnya.
Di tempat terpisah sehari sebelumnya, masyarakat Desa Semuli Raya, Abung Semuli, Lampung Utara di temukannya sosok mayat bayi baru lahir jenis prempuan tak berdosa sengaja dibuang oleh orang tuanya tak bertanggung jawab di aliran sungai Way Rarem daerah setempat, Senin (9/9/2024), sekitar pukul 17.30.
Sosok bayi tak berdosa tersebut ditemukan oleh warga yakni Sutikno, hendak pulang memancing yang mencium bau aroma tak sedap ketika melewati jembatan aliran sungai tersebut.
Mengetahui ada sesosok bayi kondisi tersangkut tiang jembatan, ia langsung memberi tau warga dan melapor ke petugas Polsek Abung Semuli.
Kapolsek Abung Semuli Iptu Shril Ermarsad mewakili Kapolres AKBP Teddy Rachesna, membenarkan adanya penemuan mayat seorang bayi jenis prempuan.
“Jasad bayi jenis perempuan tak berdosa itu telah dibawa ke RSUD Ryacudu Kotabumi, guna identifikasi dan penyelidikan lebih lanjut, “katanya. GA/HAR
Editor: Satriaji








