Bandar Lampung (Globalasia 48 co.id)- Polda Lampung mengerahkan tim khusus untuk menangani konflik lahan sawit antara warga dan perusahaan di Pesisir Barat, yang mengakibatkan sejumlah warga terluka terjadi beberapa hari lalu.
“Tim Polda Lampung dikerahkan untuk melakukan penyelidikan serta menjaga kondusivitas pasca terjadinya bentrok,”ujar Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. umi Fadillah, Sabtu (19/8/2023).
Ia menjelaskan peristiwa itu, terjadi di Pekon Marang, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat terlibat bentrok dengan PT Karya Canggih Mandiri Utama (KCMU), Selasa (15/8/2023), lalu.
Akibat bentrokan tersebut diketahui empat orang warga dikabarkan mengalami luka bacok karena sabetan benda tajam.
“Untuk mengatasi kejadian tersebut pihaknya telah menerjunkan tim dari Ditreskrimum untuk menjaga situasi di Kabupaten Pesisir Barat pasca bentrokan,”katanya.
Tim tersebut dikerahkan untuk melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku pembacokan.
“Saat ini kondisi di Pesisir Barat sudah membaik. Ditreskrimum Polda Lampung juga sudah menerjunkan tim ke sana untuk membantu melakukan penyelidikan bersama (Polres Pesisir Barat),” ujar Kabid Humas Polda kembali.
Sementara itu, masyarakat juga sudah merasa aman dan nyaman sehingga bisa melaksanakan aktifitas seperti biasa.
“Untuk jumlah pastinya akan kami konformasi kembali. Namun Polda Lampung, telah mengirimkan tim dari Ditreskrimum untuk memback up pengolahan TKP, personel Brimob dan Sabhara untuk menjaga kondusifitas masyarakat di Kabupaten Pesisir Barat,” terangnya.
Lebih lanjut, dirinya mengimbau warga setempat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi.
“Kepada masyarakat Kabupaten Pesisir Barat, kami mengimbau agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang belum tentu kebenarannya,” pintanya.
Bagi warga yang memperoleh informasi baik dari sosial media atau yang lain, lanjutnya, perlu dilakukan cek dan ricek supaya tetap bisa berkegiatan dengan baik,” pungkasnya.
Sebelumnya, warga Pekon Marang terlibat bentrok dengan PT KCMU, Selasa (15/8/2023) sekira pukul 16.00 WIB.
Bentrokan tersebut diduga disebabkan rebutan lahan sawit antara warga dan perusahaan.
Akibat bentrokan itu, empat orang warga mengalami luka karena sabetan benda tajam.
Selain itu, satu unit mobil Suzuki New Carry tanpa nomor polisi juga ikut terbakar. Tim GA/HAR










