
Lampung Selatan (Globalasia 48 co.id) – Warga Kecamatan Natar, Lampung Selatan dikejutkan oleh penemuan mayat pria membusuk tanpa identitas di sebuah kantor security yang sudah lama tidak digunakan, Sabtu (30/11/2024) sekitar pukul 15.30 WIB. Aparat kepolisian menduga korban adalah orang yang mengalami gangguan kejiwaan dan telah lama tinggal di lokasi tersebut.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. Umi Fadilah Astuti, Minggu (1/12/2024), menjelaskan penemuan jasad seorang pria tanpa identitas tersebut diketahui awalnya ada warga mencium aroma tidak sedap di sekitar area tersebut.
“Warga mencium bau menyengat dan mencoba mencari sumbernya. Mereka menemukan sesosok jasad di dalam kantor security yang sudah tidak digunakan lagi,”katanya.
Jasad tersebut ditemukan dalam posisi tubuh terbaring dan bau membusuk di sudut ruangan. Korban juga mengenakan kaos hitam dan celana panjang jeans berwarna gelap. “Dengan ditemukan mayat pria tersebut, petugas Polsek Natar segera menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal sebelum mengevakuasi jasad ke RS Abdoel Moeloek, Bandar Lampung,”ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan sementara di tempat kejadian, polisi tidak menemukan indikasi kekerasan pada tubuh korban. Namun, kondisi jasad sudah mengalami kerusakan signifikan karena diduga telah meninggal dalam waktu yang cukup lama.
“Kondisi tubuh korban menunjukkan tanda-tanda kerusakan yang cukup parah, kemungkinan akibat proses alamiah. Tidak ditemukan indikasi tindak kekerasan,” jelas Umi.
Sedangkan menurut keterangan warga sekitar diketahui, korban adalah merupakan seorang pria yang sering terlihat berada di lokasi tersebut. Diduga, pria tersebut telah tinggal di kantor yang sudah lama tidak digunakan itu sejak tahun 2016.
“Beberapa warga mengenali pria ini sebagai seseorang yang sering tinggal di sana. Jika ada keluarga yang merasa kehilangan, kami mengimbau untuk segera melapor,” tambahnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi dari rumah sakit untuk memastikan penyebab pasti kematian. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. (GA/HAR).
Editor : Satriaji








