
Tanggamus (Globalasia 48 co.id) – Agung Nugroho Kepala Pekon (Desa) Soponyono, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus mengapresiasi terhadap program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Malahayati Bandar Lampung di daerah itu.
Program KKN ini, mengusung dengan tema “Gerakan Kampus Berdampak Pada Penanganan Stunting di Kabupaten Tanggamus khususnya di Pekon (Desa) Soponyono, bertujuan mengurangi angka Stunting di Indonesia yang sejalan dengan program kerja dan visi misi di Pekon Soponyono.
Dalam tanggapannya, Agung Nugroho menyatakan bahwa program ini merupakan salah satu langkah konkret dalam mewujudkan pekon atau desa yang mandiri secara ekonomi dan berkelanjutan dalam pengelolaan sumber daya alam.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif para mahasiswa Malahayati yang telah memilih Pekon Soponyono (Desa), sebagai lokasi KKN mereka. Program ini tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, tetapi juga membuka peluang untuk pengembangan potensi desa ke depan,” ujarnya, Sabtu (30/8/2025).
Agung juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan dengan pemerintah desa dalam mengembangkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kerjasama ini merupakan bukti nyata bahwa pembangunan desa tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan memerlukan sinergi dari berbagai pihak. Dengan adanya program KKN ini, kami berharap dapat menciptakan inovasi-inovasi baru yang mendukung tercapainya desa yang mandiri dan berkelanjutan,” tambahnya.
Program KKN yang dilaksanakan oleh mahasiswa Malahayati Bandar Lampung mencakup berbagai kegiatan, upaya mengurangi angka stunting dengan melakukan sosialisasi di sejumlah sekolah baik SD, SLTP yang ada di Pekon Soponyono dan membuat sejumlah tempat resapan air (biopori), yang bertujuan mencegah terjadinya banjir serta digitalisasi UMKM dalam mendukung perkembangan ekonomi kerakyatan.

Melalui program-program ini, diharapkan masyarakat Desa Soponyono dapat terus berkembang menuju desa yang mandiri, berkelanjutan, dan menjadi contoh bagi desa-desa lain di wilayah sekitarnya. (GA/SW)
Editor: Satriaji








