
Lampung (Globalasia 48 co.id) – Terjadi peristiwa penembakan yang mengakibatkan seorang pegawai negeri sipil (PNS), yakni Dedi Christian Agung (40), warga Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, tewas tergeletak di Jalan Khair Bras, Metro Barat tepatnya depan cucian mobil daerah itu, Sabtu (23/5/2026), malam.
Korban tewas karena diduga menderita luka tembak dibagian pelipis kanan hingga peluru bersarang di kepala dan hingga saat ini aparat kepolisian masih melakukan upaya penyelidikan dan memburu pelaku serta guna mengetahui motip kejadian itu.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. Yuni Iswandari Yuyun, mengatakan bahwa pihak kepolisian saat ini masih terus memburu pelaku penembakan yang melarikan diri usai kejadian itu.
“Peristiwa ini sedang kami tangani secara serius. Saat ini tim masih berada di lapangan dan terus melakukan pengejaran terhadap pelaku untuk segera diamankan,” kata Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, Minggu (24/5/2026).
Ia menjelaskan hingga saat ini penyidik juga masih mendalami dan memintai keterangan sejumlah saksi serta hasil autopsi terhadap korban guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa secara utuh dan jelas.
Pihaknya meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh berbagai spekulasi yang beredar di media sosial maupun lingkungan sekitar.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak berspekulasi. Penyidik bekerja berdasarkan alat bukti dan fakta-fakta di lapangan,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang didapat, peristiwa tragis tersebut terjadi di Jalan Khair Bras, Metro Barat, tepatnya di depan sebuah tempat cucian mobil.
Pada waktu itu, korban diketahui sedang duduk bersama sejumlah teman-temanya di lokasi tersebut dan suasana awal disebut berlangsung biasa seperti aktivitas masyarakat pada malam akhir pekan.
Namun kondisi tiba-tiba berubah tegang ketika ada seorang tak dikenal (pelaku,red), langsung menghampiri korban dan keduanya sempat berbincang. Namun saat bersamaan tiba-tiba keduanya terjadi cekcok mulut dan orang tak dikenal tersebut mengambil senjata api dari tas kecil yang dibawanya.
Tanpa banyak bicara, orang tak dikenal tersebut langsung mengarahkan senjata tersebut ke arah korban dan melepaskan satu tembakan.
Tembakan itu mengenai pelipis kanan korban. Korban langsung terjatuh di badan jalan dengan kondisi bersimbah darah.
Suasana di lokasi mendadak panik dan teman-teman korban dan warga sekitar yang mendengar suara letusan langsung berhamburan menuju lokasi kejadian.
Sebelum melarikan diri, orang tak dikenal tersebut sempat melepaskan dua kali tembakan ke udara untuk menakuti warga sebelum akhirnya melarikan diri menggunakan sepeda motor.
Warga sekitar mengaku syok mendengar suara tembakan yang pecah di tengah malam. Beberapa orang sempat ketakutan dan memilih masuk ke dalam rumah sebelum mengetahui ada korban yang tergeletak di jalan.
“Kami kaget sekali karena tiba-tiba terdengar suara tembakan. Setelah keluar rumah ternyata ada orang jatuh di jalan,” ujar salah seorang warga di lokasi kejadian itu.
Korban yang mengalami luka serius langsung dievakuasi oleh warga dan teman-temanya menuju Rumah Sakit Mardi Waluyo Kota Metro untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun karena kondisi korban sangat kritis, tim medis kemudian merujuk korban ke RSUD Ahmad Yani guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Dokter langsung melakukan pemeriksaan intensif terhadap kondisi korban. Berdasarkan hasil CT scan, proyektil peluru diketahui masuk melalui pelipis kanan dan bersarang di bagian belakang tengkorak korban.
Luka yang dialami korban tergolong sangat serius karena mengenai bagian vital kepala. Tim medis sempat berupaya maksimal untuk menyelamatkan nyawa korban.
Namun sekitar pukul 23.00 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis setelah kondisinya terus menurun.
Kabar meninggalnya korban langsung membuat suasana duka menyelimuti keluarga dan kerabat yang berada di rumah sakit.
Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan autopsi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Sementara itu, aparat kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut.
Sejumlah barang bukti diamankan dari lokasi kejadian, termasuk selongsong peluru yang ditemukan di sekitar area penembakan.
Polisi juga memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi untuk membantu mengungkap kronologi dan mengidentifikasi arah pelarian pelaku.
Selain itu, sejumlah saksi yang berada di lokasi saat kejadian turut dimintai keterangan oleh penyidik.
Kabid Humas Polda Lampung menegaskan bahwa kepolisian akan menindak tegas pelaku penembakan, termasuk mendalami asal-usul senjata api yang digunakan.
“Penggunaan senjata api secara melawan hukum merupakan tindak pidana serius. Semua akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Yuni Iswandari Yuyun. (GA/Red)
Editor: Satriaji








