Doha (Globalasia 48 co.id) – Negara Qatar bersama negara-negara lainnya berjanji akan terus mengupayakan jeda kemanusiaan di Jalur Gaza berlanjut demi gencatan senjata permanen di daerah itu.
“Dalam proses mediasi, Negara Qatar berupaya keras menghentikan perang pembalasan itu,” kata Perdana Menteri merangkap Menteri Luar Negeri Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al-Thani, saat pidato pertemuan Tingkat Menteri ke-158 Sidang Ke-44 Dewan Tertinggi Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) di Doha, Senin (4/12/2023).
Menurut Kementerian Luar Negeri Qatar, Al-Thani kembali menegaskan “kecaman Qatar atas kejahatan yang dilakukan kekuatan pendudukan Israel”.
Ia juga menyerukan adanya penyelidikan internasional yang komprehensif dan adil terhadap kejahatan Israel itu, terutama serangan yang membidik fasilitas-fasilitas sipil, bantuan dan kemanusiaan.”
“Dirinya menegaskan bahwa “pertemuan tersebut diadakan selagi Dewan Kerjasama Teluk dengan penuh kesedihan menyaksikan agresi barbar dan kejahatan keji yang dilakukan pasukan pendudukan Israel terhadap saudara-saudara Palestina di Jalur Gaza selama beberapa hari terakhir,”ujarnya.
Sementara itu, pasukan Israel kembali membombardir Jalur Gaza pada Jum’at (1/12/2023), pagi setelah jeda kemanusiaan selama sepekan dinyatakan berakhir.
“Sejak Israel kembali membombardir setelah diberlakukannya jedah kemanusiaan sebanyak 509 warga Palestina tewas dan 1.316 lainnya luka-luka akibat serangan udara Israel sejak Jum’at (1/12/2023), lalu,”kata Kementerian Kesehatan Gaza.
Hingga saat ini Israel terus menerus melancarkan serangan udara dan darat di Jalur Gaza setelah Hamas menyerang mereka pada 7 Oktober 2023 lalu.
Korban tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza melonjak menjadi 15.523 orang dan korban luka mencapai 41.316 orang, ungkap Kemenkes Palestina pada Minggu.
Sementara itu, korban tewas di pihak Israel mencapai 1.200 orang. GA/Antara
Sumber: Anadolu










