
Lampung Utara (Globalasia 48 co.id) – Pemerintah Kabupaten Lampung Utara menjamin ketersediaan elpiji bersubsidi selama lebaran Idul Fitri 1445 H, setelah adanya keluhan dari warga adanya kelangkaan gas dalam kemasan 3 kg di Kotabumi dan sekitarnya.
Pemkab Lampura tidak tinggal diam dan berupaya memenuhi segala kebutuhan masyarakat. khususnya gas elpiji jelang lebaran umat muslim tahun 2024 itu.
Upaya Pemkab lainya dengan melakukan berkoordinasi bersama pihak terkait, seperti satgas pangan maupun PT Pertamina untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya.
“Saya telah menginstruksikan kepala Dinas Perdagangan dan Satker lainnya untuk memenuhi segala kebutuhan masyarakat akan gas bersubsidi saat jelang lebaran Idul Fitri 1445 H,” kata PJ Bupati Lampura, Aswarodi, Senin (8/4/2024).
Hal senada dikatakan Kepala Dinas Perdagangan Lampura, Hendri, pihaknya berkomitmen menjaga ketersediaan gas bersubsidi di wilayah Lampung Utara. Saat ini PT Pertamina telah menambah alokasi sebanyak 11.000 tabung, untuk di salurkan di Lampung Utara.
“Sesuai perintah Bapak PJ Bupati, Aswarodi kita terus melaksanakan koordinasi dengan Pertamina untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan agas elpiji 3kg dan alhamdulillah, kita mendapatkan tambahan 11.000 dari sebelumnya 22.000 direalisasikan di Lampung Utara,”terangnya.
Pihaknya siap menampung aspirasi masyarakat dan bila kedapatan ada pangkalan atau agen nakal. Yang menjual tabung gas elpiji tidak sesuai HET, kepada bukan membutuhkan, semisal ASN, pengusaha dan lainnya maka akan ditindak, sesuai peraturan perundang – undangan yang ada.
“Ya itu kita harapkan ada peran serta masyarakat, karena keterbatasan pengawasan dan kalau ada yang nakal, nanti direkomendasikan kepada aparat hukum menindaknya. Sebab, pemerintah daerah terbatas pengawasannya,”katanya.
Sebelumnya, warga Kotabumi dan sekitarnya mengeluhkan kelangkaan gas elpiji 3 kg, meski Pertamina telah menambah alokasi sebanyak 22 ribu tabung gas melon untuk Kabupaten Lampung Utara, Senin (8/4/2024).
Namun adanya alokasi tambahan, rupanya tidak berimbas besar untuk menutupi kebutuhan masyarakat dalam mengahadapi lebaran Idul Fitri 1445 H.
Pantauan di lapangan saat ini masih banyak warga yang harus mencari jauh hanya untuk mendapatkan gas bersubsidi dari pemerintah itu.
Masyarakat harus susah payah berkeliling, dari satu kios ke kios lainnya karena ditingkat pangkalan sudah tidak ada stoknya. Itu pun tidak dapat ditemukan dengan mudah, kalau pun ada harganya telah menyentuh lebih dari Rp 35.000/ tabung.
Jauh dari harga eceran tertinggi (HET) ditetapkan pemerintah, yakni hanya Rp 19.000/ tabung. GA/HAR








