
Ramallah (Globalasia 48 co.id) – Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengutuk keras pembunuhan kepala biro politik kelompok Hamas, Ismail Haniyeh, dan menyebutnya sebagai “tindakan pengecut”.
Dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh kantor berita WAFA, Rabu (31/7/2024), Presiden Abbas menyerukan kepada rakyat Palestina “untuk bersatu, bersabar, dan tabah dalam menghadapi pendudukan Israel.”
Hal senada dikatakan Sekretaris Jenderal Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Hussein al-Sheikh juga mengutuk pembunuhan Haniyeh.
Dia menjelaskan pembunuhan tersebut mendorong rakyat Palestina untuk lebih tabah dalam menghadapi pendudukan Israel, dan perlunya persatuan di antara faksi-faksi Palestina.
Sementara itu, Kepala Partai Inisiatif Nasional Palestina Mustafa Barghouti, berduka atas kematian Haniyeh dan mengecam Israel karena melakukan “kejahatan keji” tersebut.
“Rakyat Palestina hari ini kehilangan seorang pemimpin patriot pemberani, yang dikenal karena integritas dan keterusterangannya, dan karena kepeduliannya yang jujur terhadap persatuan nasional,” kata Barghouti dalam sebuah pernyataan.
Sedangkan gerakan Fatah, yang dipimpin oleh Presiden Abbas, juga mengecam pembunuhan Haniyeh.
Kelompok pejuang Hamas mengumumkan pada Rabu (31/7/2024), pagi, bahwa Haniyeh tewas dalam serangan udara Israel di kediamannya di Ibu Kota Teheran.
Israel belum membuat pengumuman langsung tentang pembunuhan tersebut. GA/Antara
Sumber: Anadolu-OANA








