
Tanggamus (Globalasia 48 co.id) – Polsek Kota Agung bersama TNI Koramil Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, mengamankan belasan remaja yang diduga terlibat tawuran dalam aksi perang sarung yang viral belakangan ini.
Selain mengamankan 16 orang remaja itu, petugas menyita dua unit sepeda motor berikut tiga buah sarung dan mereka diberi arahan untuk tidak mengulangi perbuatan kembali.
Polsek Kota Agung, Polres Tanggamus AKP Amsar mewakili Kapolres AKBP Rinaldo Aser, Rabu (20/3/2024), mengatakan pihaknya mengamankan sebanyak 16 remaja yang diduga kuat hendak melakukan tawuran aksi perang sarung di salah satu tempat Kelurahan Kuripan.
“Selain mengamankan para remaja tersebut, petugas menyita barang bukti tiga unit sepeda motor dan tiga buah sarung yang diduga kuat dipergunakan aksi tawuran perang sarung,”katanya.
Untuk mengatasi hal.itu, maka pihaknya menghubungi pihak pamong dan orang tua masing-masing remaja untuk diminta menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen untuk tidak melakukan tindakan serupa di masa depan.
Selain itu, para remaja juga diimbau untuk menjaga ketertiban, tidak menyalakan petasan saat ibadah berlangsung, dan menghindari bermain di jalanan guna mengurangi risiko terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Kepolisian dan pihak berwenang memberikan pemahaman kepada orang tua dan remaja yang terlibat mengenai bahaya dari aksi perang sarung ini, terutama setelah terjadi korban meninggal dunia akibat kejadian serupa di Lampung Selatan.
” Langkah-langkah preventif seperti ini diharapkan dapat mencegah terjadinya kasus serupa di masa yang akan datang,”harapnya.
Ditempat terpisah Rio Iskandar Lurah Kuripan mengatakan dirinya berterima kasih kepada pihak Polsek Kota Agung yang sudah bertindak dalam mencegah perang sarung.
“Pencegahan terjadi hal hal yang tidak kita inginkan melihat fenomena anak anak sekarang ini bada tarawih sering terjadi perang sarung,”ujarnya.
Rio menyebut, selaku orang tua, dirinya sebagai masyarakat juga selaku orang tua mengkhawatirkan hal itu tejadi.
“Hal itu (perang sarung) bisa terjadi ke arah arah yang lebih tidak kita inginkan,” katanya.
Ditambahkannya, hingga saat ini keluarahan belum mendapatkan laporan adanya kejadian luka atas perang sarung tersebut. GA/Suwarno








