Lampung Utara (Globalasia 48 co.id) – Masyarakat di wilayah Lampung Utara kususnya Kelurahan Rejosari, Kotabumi dikeluhkan adanya kelangkaan gas elpiji 3 kg di jual sejumlah pedagang warung dan toko daerah itu.
Kelangkaan gas melon itu, terjadi dalam sepekan ini usai perayaan Idul Adha yang mengakibatkan masyarakat harus keliling untuk mencari barang yang menjadi kebutuhan ibu rumah tangga tersebut.
Menurut Sriyanti (40), salah satu ibu rumah tangga warga Kelurahan Rejosari, Kotabumi, Rabu (5/7/2023), mengatakan dalam sepekan ini usai perayaan Idul Adha dirinya kesulitan untuk mencari gas elpiji 3 kilogram yang dijual di warung maupun toko manisan semua toko stok gas melon kosong.
“Saya dari rore tadi kebingungan dan terpaksa harus mencari gas melon ini, sampai menyelusuri jalan Pangeran Jinul dan Ahmad Akuan Kelurahan Rejosari, Kotabumi, setiap warung maupun toko manisan yang biasanya menjual gas melon katanya kosong,”ujarnya.
Dengan terjadinya kelangkaan gas elpiji tersebut, tidak mengetahui persis apa penyebabnya. Namun dirinya berharap kelangkaan gas elpiji ini agar tidak berlarut-larut karena gas melon tersebut telah menjadi kebutuhan utama masyarakat terutama ibu rumah tangga.
“Kalau ini terus terjadi saya masak mau pakai apa? Wong sekarang pakai kayu bakar sudah ga ada, bahkan pakai kompor biasa pun sudah ga punya, jadi ya harus pakai gas melon itu,”katanya.
Hal yang sama dikatakan seorang ibu rumah tangga lainya Sumiati, mengatakan kelangkaan gas elpiji agar segera diatasi oleh semua pihak terkait kususnya oleh pihak pemerintah dan pertamina.
“Sebab jika tidak segera diatasi akan membuat resah masyarakat, karena selama ini tergantung dengan gas elpiji dalam urusan dapur,”tegasnya.
Sementara Ibu Tejo, seorang pemilik warung penjual gas elpiji 3 kg, sudah seminggu ini dirinya hanya mendapatkan sekali dari agen dan biasanya hampir setia hari mendapatkan pasokan gas melon untuk dijual di warungnya.
“Iya sekarang ini untuk mendapatkan barang gas melon susah dan terpaksa di warungnya stok gas melon tidak ada,”katanya. Tim GA
Editor: Shanti










