
Lampung Utara (Globalasia 48 co.id) – Akibat curah hujan tinggi mengguyur wilayah Lampung Utara menyebabkan Sungai Way Abung dan Way Rarem meluap hingga merendam puluhan rumah warga di sejumlah lokasi daerah itu, Minggu (1/2/2026) sore.
Dua sungai meluap mengakibatkan sebanyak 44 rumah warga terendam banjir karena ketinggian air mencapai 40 hingga 160 Cm.
Kapolres Lampung Utara, AKBP Deddy Kurniawan melalui Kabag Ops Kompol Firmasyah, mengatakan pihaknya melalui Satgas Bencana telah menerjunkan personil dengan alat perlengkapan melakukan patroli dan melakukan evakuasi masyarakat yang terdampak banjir.
“Kehadiran personel di lapangan merupakan bentuk respons cepat Polri dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam,”ujarnya.
Ia menjelaskan dari data yang ada sementara tercatat sebanyak 44 rumah warga di Rawa Karya, Kelurahan Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan, dengan ketinggian air mencapai sekitar 160 sentimeter.
Selain itu, genangan juga terjadi di Gang Singgah Mata Tanah Miring, Tanah Miring Gang Bahagia, serta wilayah Kalipasir, Kelurahan Kotabumi Udik, dengan ketinggian air bervariasi antara 40 hingga 50 sentimeter.
Hal yang sama dikatakan Kapolres Lampung Utara AKBP Deddy Kurniawan, personel di lapangan tidak hanya melakukan patroli, tetapi juga membantu warga mengevakuasi barang-barang dari rumah yang terendam banjir serta memastikan tidak ada korban jiwa.
“Kami bekerja sama dengan aparat TNI, Kelurahan dan BPBD Lampung Utara melakukan pengecekan rumah warga dan memantau perkembangan debit air. Alhamdulillah, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa,” katanya.
Pihaknya masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat intensitas hujan masih cukup tinggi di wilayah Lampung Utara.
“Kami mengimbau warga, khususnya yang tinggal di daerah rawan banjir, agar selalu waspada dan segera melapor kepada petugas jika terjadi peningkatan debit air,” pungkasnya.
Hingga Minggu malam, situasi di lokasi terdampak banjir terpantau air masih tergenang, dan personel Polres Lampung Utara masih disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan cuaca ekstrem lanjutan. (GA/HAR)
Editor: Satriaji








