Tanggamus (Globalasia 48 co.id)- Seorang anak balita laki-laki warga Desa Didin Kampung Tengah, Pekon Margodadi, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Tanggamus, ditemukan tewas tengelam dalam kolam ikan milik tetangganya, Jum’at (28/7/2023), sekitar pukul 10.09.
Peristiwa itu, kini tengah ditangani aparat kepolisian Polsek Sumber Rejo, guna mengetahui pasti penyebab kejadian tersebut.
Korban yaitu Hasbi Alfarizi (2), ditemukan meningal dunia dalam kondisi tubuh telungkup dalam kolam ikan dipingir tanggul kolam milik tetangganya itu.
Menurut Kapolsek Sumberrejo, Polres Tanggamus Iptu M. Yusuf mewakili Kapolres AKBP Siswara Hadi Chandra Sik, mengatakan korban yang diketahui masih anak balita pasangan Narudin (45) dan Fitri (37), itu, ditemukan telah meningal dunia tengelam dalam kolam ikan milik tetangganya yang lokasinya tidak jauh kediaman rumahnya.
“Korban ditemukan kondisi telah meningal dunia dengan posisi tubuh telungkup dalam kolam ikan dipingir tunggul,”ujarnya.
Ia menjelaskan peristiwa itu terjadi ketika korban sedang bermain bersama teman-temanya di depan rumahnya.
Namun tak lama kemudian ibu korban menaruh curiga, karena anaknya tidak terlihat hingga orang tua korban meras cemas.
Ibu korban yang tidak melihat kebesaran anaknya tersebut langsung panik dan mencari keberadaanya dan menurut keterangan temannya korban menuju kolam ikan milik tetangganya tersebut.
“Ibu korban langsung terkejut melihat sosok tubuh anaknya dilihatnya telah meninggal dunia masuk dalam kolam ikan dengan posisi tubuh telungkup pingir tanggul,”terang Kapolsek.
Pada saat ditemukan anaknya telah meningal dunia, orang tua korban sempat melarikan ke Puskesmas, namun anaknya tersebut diketahui memang telah meningal dunia.
Dari hasil visum diketahui korban meningal dunia dan pada tubuhnya tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan dan pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi.
Kapolsek menghimbau kepada masyarakat kususnya pada orang tua untuk selalu memperhatikan dan pengawasan terhadap anaknya saat bermain dan kususnya ada tempat-tempat bahaya. GA/Suwarno
Editor: Shanti










