Bandar Lampung (Globalasia 48 co.id ) – Berbagai tradisi budaya tradisional masyarakat Lampung dari berbagai daerah kabupaten hadir memeriahkan pawai Tuping Lampung pada gelaran Krakatau Festival 2023 berlangsung di Jalan Protokol Bandar Lampung, Sabtu (8/7/2023).
“Kali ini dari Kabupaten Tulang Bawang Barat, membawakan budaya khas daerah yaitu kerajinan terbuat dari tikau yang dimodifikasi menjadi topeng,” ujar Khoirul Hartoko, selaku Koordinator Peserta Pawai Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Ia mengatakan tikau merupakan alas duduk yang biasa digunakan masyarakat sejak tempo dulu yang terbuat dari tanaman mendong, serta menjadi ciri khas budaya warga Tulang Bawang Barat.
“Karena pawai kali ini temanya topeng jadi kami modifikasi menjadi topeng tikau, dan kali ini ada cerita yang disisipkan saat pawai yaitu menceritakan petani yang membasmi ‘cadang-cadang’ (hama),” katanya.
Dia mengatakan dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan budaya daerah secara luas kepada masyarakat.
“Yang hadir hari ini ada 43 orang dari Tulang Bawang Barat, dan dengan ini kerajinan khas kami bisa semakin dikenal luas oleh masyarakat terutama yang di kota,” katanya.
Hal senada dikatakan Richard Sambera, Ketua Sanggar Seni Setiwang Kabupaten Lampung Barat, menampilkan sekura cakak
buah yang merupakan
tradisi masyarakat untuk Lampung Barat, pada bulan syahwal.
“Untuk kegiatan penampilan sekura cakak buah adalah yang merupakan tradisi masyarakat setiap 1-10 Syawal,” katanya.
Menurutnya tradisi sekura itu, merupakan salah satu sarana silaturahmi antar masyarakat pada saat Idul Fitri, dengan menggunakan dua jenis topeng yakni sekura betik dan sekura kamak mengelilingi desa.
“Hari ini ada 45 orang yang hadir membawakan sekura, diharapkan masyarakat dapat terus merawat tradisi terlepas dari perbedaan yang ada,” ujarnya.
Diketahui pawai Tuping Lampung dalam gelaran Festival Krakatau menghadirkan peserta dari 15 kabupaten dan kota dengan membawa tradisi serta budaya khasnya untuk dipamerkan, berita dikutip dari Antara.
Akan tetapi kegiatan tersebut sempat mengalami penundaan selama kurang lebih dua jam karena kondisi cuaca yang hujan. Sehingga membuat pengunjung yang hadir dalam festival tersebut tidak sesuai target yang ditentukan yakni sebanyak 20.000 orang. GA/Antara










