Jakarta (Globalasia 48 co.id) – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, mengatakan informasi tentang kecurangan pemilihan umum hendaknya tidak membuat para pemuda pesimis dengan pesta demokrasi yang akan menentukan masa depan bangsa.
Hal itu, disampaikan Wakil Ketua MPR, dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, (2/12/2023), dirinya mengingatkan para pemuda kelompok milenial untuk berperan aktif mengawal dan mensukseskan Pemilu 2024, sebagai bentuk kontribusi membangun bangsa, membangun masa depan mereka juga.
“Semestinya, para generasi muda harus menjadi bagian yang mencerahkan, memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya memberikan suara mereka pada pemilu untuk masa depan mereka dan masa depan bangsa yang lebih baik,”katanya.
Pesan ini disampaikan Wakil Ketua MPR, saat menerima kunjungan delegasi Pimpinan BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah Zona III DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten, di Ruang Kerja Wakil Ketua MPR, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, awal pekan lalu.
Menurutnya mahasiswa juga semestinya melakukan edukasi diri dan masyarakat serta mengawal pemilu sejak sebelum pelaksanaan, ketika dilaksanakan dan sesudah pelaksanaan.
“Hal itu dilakukan agar pemilu benar-benar demokratis, suara rakyat tidak dicurangi, dan juga agar hasil pemilu legitimate dan memastikan masa depan Indonesia dan masa depan generasi milenial menuju ke arah yang lebih baik”katanya.
Dirinya menjelaskan saat ini kita sudah berada pada zamannya semua bisa dan perlu berkontribusi dalam menghadirkan perbaikan untuk Indonesia dan untuk masa depan mereka sendiri juga. Salah satu caranya adalah, dengan aktif mengawal dan mensukseskan Pemilu 2024.
“Satu hal lagi yang mesti diperhatikan para pemuda, kata HNW, adalah mereka harus bersinergi dengan komunitas-komunitas mencerahkan lainnya, sehingga tidak merasa sendirian dan berakibat pada adanya pesimisme,”pintanya.
Selain melakukan edukasi kepada masyarakat, lanjutnya, para pemuda mahasiswa secara bersama-sama di lingkungan masing-masing perlu ikut menjadi saksi, mengawal agar tidak terjadi kecurangan, baik saat sebelum pemilu, saat pemilu dilaksanakan maupun pascapencoblosan,” terangnya.
Sebab, menurutnya jika kecurangan dibiarkan maka kerja keras semua pihak untuk menghadirkan kebaikan-kebaikan tidak bisa diwujudkan.
“Apalagi, belum apa-apa generasi muda sudah down menyerah duluan, itu artinya kemenangan dari perang “psy war: yang dilancarkan pihak yang ingin mencurangi pemilu,” terang di kembali.
Ia mengajak para pemuda Indonesia untuk menjadi bagian dari yang terus meluruskan kiblat bangsa, yakni menyelamatkan reformasi supaya masa depan anak bangsa dengan bonus demografi, bertemu dengan generasi emas 2045 dalam kondisi seperti dahulu generasi 1920-an, yang berkontribusi berjuang untuk kemudian mempersiapkan Indonesia merdeka di era tahun 1945, berita dikutip dari Antara.
“Para mahasiswa penting menjadi garda terdepan sukseskan pemilu sebagai jawaban atas berbagai keluhan mereka sendiri,” tegasnya. GA/Antara










