
Lampung (Globalasia 48 co.id) – Polda Lampung mengimbau pemilik kafe dan warung untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi pencurian yang semakin marak dengan berbagai modus yang terjadi di wilayah itu.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, menekankan pentingnya pemasangan CCTV, pengamanan pintu dan jendela, serta meningkatkan pengawasan terutama pada malam hari.
“Kami mengingatkan pemilik usaha untuk memastikan lingkungan usahanya aman, terutama dengan pemasangan CCTV dan kunci ganda agar tidak menjadi sasaran pelaku kriminal,” ujar Yuyun, Sabtu (8/3/2025).
Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melapor jika melihat orang mencurigakan di sekitar tempat usaha. Menurutnya, kerja sama antara warga dan kepolisian sangat penting dalam mencegah kejahatan.
“Jika melihat orang yang tidak dikenal berkeliaran dengan gelagat mencurigakan, segera laporkan ke kepolisian terdekat. Deteksi dini bisa mencegah aksi kejahatan lebih lanjut,” terangnya.
Selain itu, pihaknya juga menekankan agar pemilik usaha dan karyawan lebih waspada terhadap orang yang menyamar sebagai pekerja atau pelanggan.
“Kami menemukan modus baru di mana pelaku berpura-pura menjadi pegawai dengan mengenakan apron. Ini harus menjadi perhatian agar pemilik usaha lebih selektif dan tidak lengah terhadap orang asing yang masuk ke dalam tempat usaha mereka,” tegasnya.
Sebelumnya, Polresta Bandar Lampung mengungkap aksi pencurian bobol tempat usaha kafe dan warung yang dilakukan oleh inisal RW (24), warga Kedaton yang diketahui seorang pelaku spesialis yang juga residivis yang berhasil ditangkap.
Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay, mengungkapkan bahwa pelaku menggunakan pahat kecil untuk mendongkel pintu kafe yang menjadi sasarannya. Untuk menghindari kecurigaan, RW mengenakan apron kafe agar terlihat seperti pegawai.
“Pelaku ini memakai apron untuk mengelabui warga sekitar, sehingga tidak dicurigai saat masuk ke dalam kafe atau warung,” kata Kombes Alfret.
Dalam aksinya, RW menggasak uang tunai Rp6,5 juta serta berbagai barang berharga seperti ponsel, laptop, tablet, mesin kasir, dan sembako. Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan barang bukti hasil curian dari 10 lokasi berbeda. (GA/HAR)
Editor: Satriaji








