
Jakarta (Globalasia 48 co.id) – Ratusan aparat kepolisian dikerahkan guna melakukan upaya pencarian korban tanah longsor di Desa Cipendeuy, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dengan menurunkan ratusan personel dan tim anjing pelacak. Sebanyak 205 personel diterjunkan pada hari kedua operasi SAR untuk menyisir lokasi terdampak, Kamis (13/11/2025) lalu.
“Sebanyak 205 personel diturunkan untuk membantu proses pencarian korban di hari ke-2 dengan melibatkan tim anjing pelacak atau K9 gabungan,” kata Kapolres Cilacap Kombes Pol. Budi Adhy Buono kepada wartawan, Sabtu (15/11/2025).
Kapolres menjelaskan selain menerjunkan personel, pihaknya mengerahkan 10 anjing pelacak K9 dari berbagai satuan, yakni Ditsamapta Polda Jateng, Polresta Cilacap, Polresta Banyumas, Polres Temanggung, dan Polres Tegal. Kehadiran K9 ini menjadi bagian penting untuk mempercepat deteksi keberadaan korban di bawah timbunan material longsor.
“Hingga saat ini tim SAR gabungan masih mencari 20 warga yang belum ditemukan, terdiri dari enam warga Dusun Tarukahan dan 14 warga Dusun Cibuyut. Sebelumnya, tiga warga telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,”ujarnya.
Sementara itu, peristiwa longsor terjadi pada Kamis (13/11/2025) lalu sekitar pukul 19.30 WIB. Akibat kejadian tersebut diketahui sedikitnya 16 rumah warga di dua Dusun daerah itu. Kondisi medan yang berat membuat proses pencarian harus dilakukan secara manual dibantu K9 untuk mengidentifikasi titik-titik yang diduga terdapat korban. (GA/HAR)








