Tanggamus (Globalasia 48 co.id) – Bupati Tanggamus Hj. Dewi handajani SE MM, resmikan program listrik pedesaan di Pekon Way Asahan, Kecamatan Pematang Sawa, Sabtu (16/9/2023).
Bunda Dewi dalam peresmian itu, mengatakan atas nama Pemerintah Kabupaten Tanggamus dan masyarakat di Pekon Way Asahan Kecamatan Pematang Sawa, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PT. PLN dengan program Listrik Desa (Lisdes), untuk menjawab usulan dari proposal-proposal yang sudah diajukan oleh masyarakat Desa sebelumnya belum tersentuh jaringan listrik PLN dan pada akhirnya kini masyarakat Desa telah teraliri listrik.
“Data dari PT. PLN diketahui masyarakat yang mengajukan permohonan di pekon Way Asahan dan Tirom sekitar 657 Pelanggan, saat ini listrik sudah menyala kepada sekitar 266 pelanggan,”katanya.
Ia menjelaskan dilihat darah prosentasenya sekitar 40%. secara umum untuk pekon-pekon dikawasan terpencil dan pesisir se-Kecamatan Pematang Sawa, seperti di Pekon Teluk Brak, Karang Brak, Tirom, Way Asahan, Martanda, Kaur Gading, Tampang Muda dan Tampang Tua, sudah teraliri listrik serta secara total sekitar 1372 pelanggan (Keluarga), dari total 2425 KK yang ada.
“Dirinya berharap kepada rumahnya yang belum teraliri dan menjadi pelanggan listrik, dapat menjadi pelanggan, karena jaringan listrik telah tersedia,”ujarnya.
Bupati juga meminta kepada masyarakat agar mendukung kelancaran proses Lisdes ini, yaitu terkait perijinan tanam tumbuh, penanaman tiang dan lain-lainnya, dan seperti telah dijelaskan dalam kegiatan sosialisasi di kecamatan Pematang Sawa beberapa waktu lalu bahwa tidak ada anggaran untuk ganti rugi terkait tanam tumbuh, penanaman tiang dan lainnya.
“Karena menurutnya manfaat listrik sangat vital bagi masyarakat, kami pemda Tanggamus berterimakasih kepada PT. PLN dan warga masyarakat yang mengikhlaskan sebagain lahan untuk proses pemasangan tiang dan listrik desa ini,”terang Bupati.
Dapat diketahui untuk wilayah-wilayah yang belum teraliri listrik memang banyak dan hal itu dikerenakan adanya kendala yaitu sulit akses jalan, mobil PLN yang membawa material kesulitan masuk atau wilayahnya berada di pelosok melewati Hutan Lindungi.
“Masih ada sejumlah kendala bagi wilayah yang belum teraliri listrik seperti di wilayah pekon-pekon lainnya yaitu dilihat dari sisi letak geografisnya yang sebagian jalan menuju ke wilayah harus masuk kawasan hutan, atau menyebrangi lautan,”terang Bupati kembali.
Pihaknya berharap kendala dapat teratasi, sehingga seluruh wilayah di KabupatenTanggamus, teraliri oleh listrik, hal ini merupakan Visi Presiden Jokowi untuk mewujudkan Indonesia terang.
Selain listrik dari PT.PLN, kami juga mengupayakan energi alternatif salah satunya PLTS khususnya untuk daerah terpencil. Saat ini Kabupaten Tanggamus memiliki banyak PLTS yang tersebar di Kecamatan Kelumbayan, Pematang Sawa dan Cukuh Balak, dan lain-lain.GA/Suwarno.










