
Tanggamus (Globalasia 48 co.id) – Upaya pencarian seorang warga yaitu Sugiyo (60), seorang petani asal Pekon Simpang Bayur, Kecamatan Bandar Negeri Semuong (BNS), Kabupaten Tanggamus, yang diduga tengelam terseret arus Sungai Way Semuong, terus dilakukan oleh aparat kepolisian bersama warga yang hingga kini belum membuahkan hasil, Senin (13/4/2026).
Pencarian korban terus dilakukan, walau pun kondisi medan tampak terjal dan bebatuan licin serta akses jalan yang cukup sulit tidak menyurutkan upaya tim dalam mencari korban.
Kapolsek Wanosobo Iptu Tjasudin, Rabu (15/4/2026), mengatakan hingga saat ini pihaknya bersama warga masih terus melakukan upaya pencarian terhadap korban yang diduga tengelam karena terserah arus Sungai Way Semuong saat memancing ikan.
“Hingga saat ini upaya pencarian trus dilakukan dan belum membuahkan hasil,”kata Kapolsek mewakili Kapolres AKBP Rahmad Sujatmiko.
Kapolsek menjelaskan proses pencarian terhadap korban dilakukan setelah pihaknya menerima laporan resmi dari keluarga korban.
“Upaya pencarian sebelumnya juga telah dilakukan dengan menyusuri aliran Sungai Way Semuong, terutama di titik yang biasa dijadikan lokasi memancing oleh korban,”terangnya.
Sementara data yang diperoleh sebelum kejadian itu, pada Senin sekitar pukul 14.30 WIB, Sugiyo (korban, Red), pamit kepada anak kandungnya, Agung Widianto (26), untuk pergi memancing.
Namun pada waktu itu, kondisi cuaca sudah mendung dan anak korban yaitu Agung, sempat melarang ayahnya pergi karena khawatir akan turun hujan dan debit sungai meningkat. Namun korban tetap berangkat menuju sungai.
Kekhawatiran keluarga semakin besar ketika hingga malam hari Sugiyo belum kembali. Terlebih pada Senin sore sekitar pukul 17.00 WIB, debit air Sungai Way Semuong dilaporkan meningkat cukup signifikan akibat hujan di wilayah hulu.
Bahkan peningkatan debit tersebut sempat menyebabkan genangan di permukiman warga Pekon Gunungdoh, Kecamatan Bandar Negeri Semuong.
Dalam pencarian awal yang dilakukan secara mandiri, Agung menemukan jejak tapak kaki yang diduga milik korban di sekitar lokasi memancing, berjarak sekitar 3 kilometer dari rumahnya.
Penemuan tersebut diperkuat oleh keterangan dua warga, Bibit (55) dan Ardi (30), yang mengaku sempat melihat Sugiyo sedang memancing tidak jauh dari lokasi ditemukannya jejak tersebut.
“Dari hasil analisa dan pengumpulan bahan keterangan di lapangan, kuat dugaan korban hilang akibat terseret arus sungai yang debitnya meningkat pada sore hari,” jelasnya.
Namun demikian, pencarian masih terus kami lakukan untuk memastikan keberadaan korban. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Basarnas, Polres Tanggamus dan BPBD guna mendukung proses pencarian.
“Pencarian di lanjutkan besok pagi di mulai dari belakang Pos Subsektor Nyam dan dilanjutkan menyisir sampai dengan Saumil lepas pantai,” ungkapnya.
Kapolsek mengimbau masyarakat yang berada di sekitar aliran Sungai Way Semuong untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Bila ada warga yang melihat atau menemukan tanda-tanda keberadaan korban, segera laporkan kepada kami atau aparat setempat agar bisa segera ditindaklanjuti,” tandasnya. (GA/SW)
Editor: Satriaji








