Jakarta (Globalasia 48 co.id) – Markas Besar Polri membenarkan telah terjadi penembakan antara anggota Polri yang menyebabkan Bripda IDF anggota tewasnya.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) DivHumas Polri Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan di Jakarta, Rabu (26/7/2023), mengatakan peristiwa itu terjadi Minggu (23/7/2023) dini hari sekitar pukul 01.49 lalu di Rusun Polri Cikeas Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
“Peristiwa itu, terjadi di Rusun Polri Cikeas Gunung Putri Bogor telah terjadi peristiwa tindak pidana karena kelalaian mengakibatkan matinya orang yaitu atas nama Bripda IDF,” ujar Ramadhan.
Ia juga menyebut tersangka dalam penembakan Bripda IDF, adalah Bripda IMS dan Bripka IG. Polri kini telah mengambil tindakan dalam kejadian tersebut dengan mengamankan para tersangka.
“Keduanya diamankan untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan terkait peristiwa tersebut,” katanya.
Saat ini, lanjutnya, kasus tersebut ditangani oleh Tim Gabungan Propam dan Reskrim untuk mengetahui pelanggaran disiplin, kode etik maupun pidana yang dilakukan oleh kedua pelaku tersebut.
“Yang pasti Polri tidak akan memberikan toleransi kepada oknum yang melanggar ketentuan atau perundungan yang berlaku,” tegasnya, berita dikutip dari Antara.
Kasus tewasnya Bripda IDF viral di media sosial, melalui Instagram @kamidayakkalbar yang memposting unggahan wafatnya Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage diduga oleh oknum yang melakukan adalah senior sesama anggota Polri yang bertugas di Densus 88 Antiteror Polri Jakarta. GA/Antara










