
Bandar Lampung (Globalasia 48 co.id) – Sebanyak 12 siswa pelajar SD Negeri 1 Durian Payung, Bandar Lampung diduga mengalami keracunan setelah mengkonsumsi jajanan ringan yang dijual di kantin sekolah setempat, Selasa (22/10/2024), lalu.
Atas peristiwa itu, pihak Kepolisian akan melakukan uji lab terhadap beberapa sample jajanan yang dikonsumsi oleh belasan siswa tersebut.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. Umi Fadillah Astutik, mengatakan peristiwa tersebut kini sedang ditangani oleh Satreskrim Polresta Bandar Lampung.
“Kasusnya kini sedang ditangani oleh Polresta Bandar Lampung, kemarin tim Inafis sudah mengambil beberapa sample makanan yang diduga menjadi penyebab belasan siswa-siswi SD tersebut hingga mengalami pusing hingga muntah-muntah,” katanya, Rabu (23/10/2024).
Umi menerangkan dalam proses penyelidikan kejadian tersebut pihaknya juga melibatkan BPOM untuk melakukan pengujian sample jajanan tersebut.
“Tentu akan melibatkan BPOM, namun hasilnya belum bisa diketahui. Ini akan ada tahapannya seperti dari mana asal barang tersebut, lalu apa saja bahan-bahan dalam proses pembuatan. Nanti hasilnya akan disampaikan kembali jika sudah ada,” ujarnya.
Setelah itu, lanjutnya, pihaknya juga akan menguji sample darah dari masing-masing siswa-siswi yang dilakukan perawatan.
“Iya, sample darah juga rencana akan di uji. Semoga saja hasilnya bisa cepat keluar,” terangnya.
Atas peristiwa tersebut, Umi meminta pihak sekolah agar selalu memonitor makanan maupun jajanan yang beredar didalam sekolah.
“Ini menjadi contoh semoga kedepannya pihak sekolah ini bisa lebih selektif lagi memantau makanan maupun jajanan yang beredar di sekolah agar peristiwa serupa tidak terjadi kembali,” pintanya.
Peristiwa dugaan keracunan makanan yang dialami belasan siswa-siswi SD Negeri 1 Durian Payung tersebut terjadi kemarin, Selasa (22/10/2024), pagi.
Pada waktu itu, para pelajar mengalami pusing hingga muntah setelah mengkonsumsi jajanan dengan merk Spicy Noodle Stick yang memiliki rasa pedas. GA/HAR
Editor: Satriaji








