
Bandar Lampung (Globalasia 48 co.id) – Helm bergambar Doraemon menjadi petunjuk terungkapnya sindikat pemalsuan nomor rangka dan mesin motor curian oleh petugas Polsek Sukarame, Bandar Lampung dan dapat meringkus dua pelaku berinisial AG dan IM serta F, seorang saksi.
Kasus ini bermula saat seorang korban melaporkan kehilangan motor beserta helm Doraemon yang kemudian terlihat digunakan oleh pelaku di Jati Agung, Lampung Selatan.
“Helm sederhana ini membantu kami mengaitkan tersangka dengan berbagai kejahatan lainnya,” ujar Kapolsek Sukarame Kompol M. Rohmawan, Senin (30/9/2024).
Kapolsek menjelaskan awalnya petugas mengamankan tersangka berinisial SL, yang diketahui tertangkap massa dan pelaku sendiri mengaku mencuri motor dan helm tersebut yang dijualnya kepada pelaku berinisial AG. Berdasarkan informasi keterangan dari tersangka inisial SL, maka polisi menangkap AG dan IM di Desa Adi Luwih, Kecamatan Sukoharjo, Pringsewu, yang tengah mempersiapkan pemalsuan nomor rangka dan mesin.
“Dari penggerebekan ini, kami menyita tujuh motor, 13 plat TNKB motor, satu plat TNKB mobil, serta alat-alat pemalsuan seperti pahat, gerinda, dan cat besi,” terang Kompol Rohmawan.
Sindikat ini membeli dokumen kendaraan palsu seharga Rp 1,5 juta per dokumen melalui media sosial. Setelah dokumen didapat, mereka mengganti nomor rangka dan mesin motor curian agar tampak legal, lalu menjualnya dengan harga pasaran motor bekas.
“Kami masih memeriksa intensif untuk mengungkap jaringan lebih luas,” kata Kompol Rohmawan.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. Umi Fadillah Astutik, mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat membeli motor bekas.
“Periksa keaslian dokumen kendaraan dan pastikan asal-usul motor yang dibeli untuk menghindari tindak kriminal dan pemalsuan identitas kendaraan,” ujar Umi.
Dia juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap pencurian motor. “Pastikan motor Anda selalu terkunci dengan baik, gunakan kunci ganda, dan parkir di tempat yang aman,” katanya.
Menurutnya dengan meningkatkan kewaspadaan, kita dapat bersama-sama mencegah aksi curanmor di Lampung. GA/HAR








