
Lampung Utara (Globalasia 48 co.id) – Aparat Polsek Abung Surakarta dan Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Lampung Utara melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi ditemukannya seorang warga diduga bunuh diri dengan cara gantung diri di pohon akasia belakang rumahnya daerah Desa Bumi Restu, Kecamatan Abung Surakarta, daerah setempat, Kamis (3/10/24), sekitar pukul 06.00. Wib.
Korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri diduga karena banyak terlilit hutang pada rentenir. Korban yaitu berinisial AS (31), warga Desa Bumi Restu Kecamatan Abung Surakarta itu, ditemukan dalam kondisi tubuh tergantung dan lidah menjulur dengan posisi leher terikat tali tambang warna kuning.
Kapolres Lampung Utara AKBP Teddy Rachesna melalui Kasi Humas Iptu Budiarto, menjelaskan korban ditemukan oleh istrinya kondisi tewas gantung diri di pohon akasia belakang rumahnya. “Atas kejadian itu, istri korban langsung memberi tau warga dan aparat kepolisian guna mengevakuasi jasad korban,”katanya. Dari hasil olah TKP dan indentifikasi jasad korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan serta diketahui korban murni bunuh diri dengan cara gantung diri. Sementara itu, dari keterangan saksi-saksi baik istri korban sendiri diketahui suaminya memang terlilit banyak hutang kepada rentenir.
Sehari sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat pulang kerumah kemudian pukul 20.00 WIB setelah itu pergi lagi.
“Kemudian pada kamis pagi sekitar pukul 06.00 saat istri korban membuka pintu belakang rumah melihat seseorang tergantung di atas pohon akasia yang ada di belakang rumahnya dan dilihat ternyata itu suami nya,”terangnya.
Mendapat laporan warga, anggota Polsek Abung Surakarta dan unit identifikasi Polres Lampung Utara langsung turun mengamankan dan mengolah TKP yang kemudian mengevakuasi jasad korban.
Dari hasil oleh TKP, tidak ditemukan tanda-tanda yang mencurigakan. Barang bukti yang kita amankan di TKP yakni tali tambang warna kuning, sepasang sendal jepit dan pakaian.
Setelah mengamankan dan melakukan olah TKP, korban kemudian langsung kita evakuasi untuk dilakukan visum yang turut disaksikan keluarga.
Dari hasil pemeriksaan atau visum luar ditubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dimana hanya ditemukan bekas jeratan tali dibagian leher korban, lidah menjulur keluar terdapat sperma pada kemaluan korban dan luka lecet pada bagian pelipis.
“Atas hasil visum dan penjelasan dari dokter, keluarga menerima kematian korban sebagai musibah. Keluarga juga menolak untuk dilakukan otopsi dan tidak menuntut untuk proses lanjut. GA/HAR
Editor: Satriaji








