
Tanggamus (Globalasia 48 co.id) – Warga Pekon Gunung Sari, Kecamatan Uluk Beluk, Kabupaten Tanggamus di gemparkan dengan ditemukannya seorang balita tewas tengelam dalam kolam penampung air di areal kebun kopi daerah itu, Rabu (8/4/2026), sekitar pukul 10.00 Wib.
Korban ditemukan dengan kondisi tubuh mengapung di kolam penampung air dengan kedalam 60 Cm dan kejadian itu tengah ditangani aparat kepolisian setempat.
Korban diketahui bernama Ahmad Alawi (3), warga Dusun Karang Sari, Pekon Gunung Sari, Kecamatan Uluk Beluk, Tanggamus.
Menurut Kapolsek Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus Iptu Suamin mewakili Kapolres AKBP Rahmad Sujatmiko, Kamis (9/4/2026), membenarkan adanya kejadian itu dan pihaknya telah melakukan olah TKP serta jasad korban telah dibawa pihak keluarganya pulang untuk dimakamkan.
“Korban ditemukan dengan posisi tubuh mengambang telah meningal dunia di kolam penampungan air areal kebun kopi,”katanya.
Kapolsek menjelaskan korban adalah seorang balita bernama Ahmad Alwi (3), warga Dusun Karang Sari, Pekon Gunung Sari, Kecamatan Ulu Belu.
Dari hasil keterangan sejumlah saksi diketahui awalnya korban ikut bersama kedua orang tua dan neneknya yang sedang bekerja sebagai buruh petik kopi di kebun milik warga setempat.
Sekitar pukul 10.00 WIB, pemilik kebun sempat menghampiri para pekerja dan melihat korban berada di sekitar gubuk kebun.
Korban kemudian diberi jajanan sebelum ditinggal kembali oleh pemilik kebun untuk melanjutkan aktivitasnya. “Pada waktu itu, korban berada tidak jauh dari kedua orang tuanya yang tengah memetik kopi,”ujarnya
Namun, sekitar pukul 11.00 WIB, lanjutnya, menurut saksi pemilik kebun dikejutkan dengan kondisi korban yang sudah mengambang di dalam bak penampungan air. Saksi kemudian berteriak memanggil orang tua korban dan bersama-sama mengevakuasi korban dari dalam bak air tersebut.
“Korban sempat dibawa ke bidan terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, korban dinyatakan telah meninggal dunia,” terangnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Kapolsek mengungkapkan, pihaknya telah mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pemeriksaan serta meminta keterangan dari para saksi. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, peristiwa tersebut murni merupakan musibah.
Pihak keluarga korban menerima kejadian ini sebagai takdir dan telah membuat surat pernyataan menolak dilakukan autopsi.
“Jenazah korban kemudian dibawa pulang ke rumah duka untuk dimakamkan di TPU Pekon Gunung Sari,”terang Kapolsek kembali.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak.
“Tingkatkan pengawasan kepada anak-anak, terlebih di area berisiko seperti perkebunan dan tempat penampungan air, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali,” harapnya. (GA/SW)
Editor: Satraji








