Gujarat (Globalasia 48 co.id) – Duta Besar RI untuk Negara India menyatakan pemanfaatan perjanjian perdagangan bebas Free Trade Agreement (FTA) antara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan India diharapkan dapat terus meningkat seiring peningkatan hubungan kemitraan antara kedua pihak.
“Untuk ASEAN – India sangat rendah pemanfaatan FTA. Oleh karena itu, diharapkan dengan peningkatan hubungan ke level kemitraan strategis komprehensif, pemanfaatan FTA ASEAN – India bisa dapat ditingkatkan oleh para pengusaha kedua belah pihak,” ujar Ina di New Delhi, Kamis (17/8/2023) lalu.
Ia menjelaskan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-19 ASEAN – India pada November 2022 lalu, kedua pihak mengumumkan peningkatan status hubungannya dari kemitraan strategis menjadi kemitraan strategis komprehensif dengan mengeluarkan pernyataan bersama.
Untuk itu, menurutnya, ASEAN dan India pada tahun ini harus menyepakati program-program kerja samanya dalam sebuah Rencana Aksi (Plan of Action) untuk 5 tahun ke depan.
“Dengan adanya peningkatan hubungan antara ASEAN dan India ke tingkat yang lebih tinggi, yaitu kemitraan strategis komprehensif, maka ASEAN dan India harus menentukan apa yang akan dicapai dalam 5 tahun ke depan,”katanya.
Dia juga mengatakan bahwa saat ini, kerja sama ekonomi antara ASEAN dan India, khususnya dalam bidang perdagangan, masih dilihat berat sebelah dari sisi neraca perdagangan karena ASEAN mengalami surplus yang cukup besar terhadap India.
“Nilai perdagangan antara ASEAN dan India pada periode 2022-2023 mencapai 131 miliar dolar Amerika Serikat (AS),”terangnya.
Dirinya mengharapkan agar peningkatan status kemitraan dan pembentukan Rencana Aksi ASEAN-India itu dapat meningkatkan pemanfaatan FTA kedepannya antara para pebisnis negara-negara ASEAN dan India.
Akan tetapi, lanjut dia kembali, bahwa kerja sama antara ASEAN dan India tidak hanya penting di bidang perdagangan, tetapi juga di berbagai bidang lainnya, seperti konektivitas dan investasi.
“Kerja sama itu sebenarnya harus dilihat secara lebih luas, terutama bila melihat dari sisi konektivitas,” terang dia kembali.
Dia menyebut saat ini adanya peningkatan hubungan dari sisi konektivitas, misalnya, pada tahun ini akan ada sejumlah rute penerbangan langsung antara Indonesia-India.
Ada rute penerbangan langsung Chennai-Medan dengan penerbangan Batik lalu rute Mumbai-Jakarta dengan penerbangan Indigo, berita dikutip dari Antara.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat, pada akhir Agustus atau September, akan ada penerbangan dari Vistara untuk rute New Delhi-Denpasar,”harapnya. GA/Antara










