
Tanggamus (Globalasia 48 co.id) – Bupati Kabupaten Tanggamus, Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, MA, MH membuka puncak Festival Literasi Tanggamus Tahun 2026 di kawasan Wisata Pantai Muara Indah, Kotaagung, setempat, Selasa (13/10/2026).
Mengusung semangat “Membangun Tanggamus Cerdas, Berdaya, dan Berbudaya”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tanggamus dalam memperkuat budaya baca, meningkatkan kemampuan masyarakat mengolah informasi, serta mendorong generasi muda menghasilkan karya yang mengangkat kearifan lokal.
Festival tersebut dihadiri Bunda Literasi Kabupaten Tanggamus, Dra. Hj. Siti Mahmudah Saleh, MPd Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Dra. Evie Fatmawaty, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanggamus, Aria Resukia, ST, MM, turut hadir unsur Forkopimda serta jajaran perangkat daerah, tenaga pendidik, pengelola perpustakaan, pegiat literasi, pelajar, komunitas dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Moh. Saleh Asnawi menegaskan bahwa literasi memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.
Menurutnya, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kecakapan memahami informasi, berpikir kritis, membedakan fakta dan informasi yang keliru, serta memanfaatkan pengetahuan secara bertanggung jawab.
Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga, sekolah, masyarakat, dan dunia usaha dalam menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini.
Kemajuan daerah, lanjutnya, tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, tetapi juga oleh kualitas pengetahuan, kecerdasan, dan kemampuan masyarakat dalam mengembangkan potensi yang dimiliki.
Melalui Festival Literasi 2026, Pemerintah Kabupaten Tanggamus berharap budaya membaca semakin berkembang dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, khususnya di kalangan anak-anak dan generasi muda.
Bunda Literasi Ajak Generasi Muda Bijak Memanfaatkan Teknologi
Bunda Literasi Ajak Generasi Muda Bijak Memanfaatkan Teknologi
Bunda Literasi Kabupaten Tanggamus, Siti Mahmudah Saleh, menyoroti pentingnya kemampuan literasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan derasnya arus informasi.
Ia mengajak generasi muda agar mampu memilih informasi yang benar, menggunakan teknologi secara bijak, serta tetap menjaga karakter dan identitas budaya daerah.
“Jangan takut membaca. Jangan takut bertanya. Jangan takut bermimpi. Dan jangan takut berkarya,” pesannya kepada anak-anak dan generasi muda Tanggamus.
Menurutnya, berbagai perlombaan dalam festival tersebut dirancang untuk mengembangkan kemampuan berpikir, kreativitas, dan keberanian peserta dalam menyampaikan gagasan.
Lomba resensi buku mendorong peserta memahami bacaan dan mengembangkan pemikiran kritis. Sementara itu, lomba video konten literasi berbasis kearifan lokal menjadi ruang bagi generasi muda untuk memanfaatkan teknologi digital dalam memperkenalkan potensi serta budaya daerah.
Adapun lomba bertutur tingkat SD/MI bertujuan menanamkan kecintaan terhadap cerita, sejarah, dan nilai budaya lokal. Lomba perpustakaan desa terbaik juga diharapkan mendorong perpustakaan menjadi pusat pembelajaran masyarakat.
Siti Mahmudah turut mengajak orang tua membangun kebiasaan membaca di lingkungan keluarga serta mendorong guru dan pengelola perpustakaan menghadirkan kegiatan literasi yang menarik dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Dinas Perpustakaan Provinsi Lampung Apresiasi Tanggamus
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Evie Fatmawaty,
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Evie Fatmawaty, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Tanggamus atas penyelenggaraan Festival Literasi 2026.
Ia menegaskan bahwa pengembangan budaya literasi membutuhkan upaya berkelanjutan, mulai dari membangun kebiasaan membaca sejak usia dini, memperkuat fungsi perpustakaan sebagai ruang belajar dan berkreasi, hingga meningkatkan kolaborasi antara pemerintah, keluarga, sekolah, komunitas, dan masyarakat.
Evie juga mendorong agar anak-anak semakin dekat dengan buku dan tidak sepenuhnya bergantung pada perangkat digital sebagai sumber informasi.
Melalui sinergi pemerintah provinsi dan kabupaten, budaya literasi diharapkan semakin berkembang dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Lampung.
Literasi Harus Menjadi Gerakan Jangka Panjang
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanggamus, Aria Resukia, menjelaskan bahwa festival ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem literasi yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Rangkaian kegiatan sepanjang 2026 meliputi bimbingan teknis kepenulisan, sosialisasi dan advokasi perpustakaan sekolah serta taman bacaan masyarakat, literasi informasi, lomba resensi buku, lomba video konten literasi berbasis kearifan lokal, lomba bertutur tingkat SD/MI, dan lomba perpustakaan desa terbaik.
Aria menegaskan bahwa perlombaan bukanlah tujuan akhir, melainkan salah satu sarana untuk meningkatkan minat baca dan kemampuan masyarakat dalam memahami informasi.
“Jadi, lomba ini salah satu cara menstimulus kita, tapi ini tetap kerja jangka panjang dan harus melibatkan semua,” ujarnya.
Ia menambahkan, proses literasi tidak berhenti pada kegiatan membaca. Masyarakat juga perlu memahami isi bacaan, mengevaluasi informasi, dan memanfaatkan pengetahuan untuk mengambil keputusan serta menyelesaikan persoalan sehari-hari.
Karena itu, penguatan perpustakaan umum, perpustakaan khusus, dan taman bacaan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperluas akses pengetahuan. Berbagai instansi juga didorong menghadirkan pojok baca untuk mendukung kebiasaan membaca di lingkungan kerja maupun masyarakat.
Penandatanganan Buku Antologi dan Gerakan Membaca Senyap
Salah satu agenda utama dalam puncak Festival Literasi Tanggamus 2026 adalah penandatanganan buku antologi kearifan budaya lokal oleh Bupati Tanggamus bersama Bunda Literasi.
Buku tersebut menjadi wadah dokumentasi karya tulis yang mengangkat kekayaan budaya dan kearifan lokal Kabupaten Tanggamus.
Acara kemudian dilanjutkan dengan Gerakan Membaca Senyap selama lima menit yang diikuti para peserta. Kegiatan ini menjadi simbol ajakan untuk meluangkan waktu membaca di tengah kesibukan dan perkembangan teknologi.
Festival juga dimeriahkan dengan stan literasi, pameran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta lomba mewarnai bagi anak-anak PAUD/TK.
Dalam kesempatan tersebut, panitia turut menyerahkan penghargaan kepada para pemenang berbagai perlombaan, mulai dari lomba perpustakaan desa terbaik, resensi buku tingkat SMP dan SMA, video konten literasi, hingga lomba bertutur tingkat SD/MI.
Berbagai kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang apresiasi, pembelajaran, dan pengembangan kreativitas bagi pelajar, pendidik, pengelola perpustakaan, serta pegiat literasi di Kabupaten Tanggamus.
Penyelenggaraan Festival Literasi Kabupaten Tanggamus Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat budaya membaca, meningkatkan kecakapan masyarakat dalam memahami informasi, serta melahirkan generasi muda yang cerdas, kritis, kreatif, dan tetap berpegang pada nilai-nilai budaya lokal.
Pemerintah daerah juga diharapkan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor agar gerakan literasi dapat berjalan secara berkesinambungan di lingkungan keluarga, sekolah, perpustakaan, pekon, dan masyarakat. (GA/SW)
Editor: Satriaji


