
Lampung (Globalasia 48 co.id) – Polda Lampung bersama Satgas Pengawasan Harga dan Mutu Beras Wilayah Lampung memantau harga dan ketersediaan bahan pokok beras di sejumlah Ritel Modern Kota Bandar Lampung, Sabtu (3/10/2026).
Dari pemantauan menemukan stok beras premium terbatas di sejumlah gerai, sementara pasokan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) belum merata.
Pemantauan dilakukan di Chandra Supermarket Tanjung Karang, Superindo Tirtayasa, dan Indogrosir Soekarno Hatta.
Kegiatan melibatkan Ditreskrimsus Polda Lampung, Satreskrim Polresta Bandar Lampung, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Perum Bulog Wilayah Lampung, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari, Minggu (4/10/2026), mengatakan pemantauan dilakukan untuk memastikan harga beras di tingkat konsumen tetap sesuai ketentuan pemerintah.
“Polda Lampung bersama instansi terkait terus melakukan pengawasan terhadap harga dan ketersediaan beras. Kami ingin memastikan penjualan di tingkat konsumen berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.
Dalam pemeriksaan di Superindo Tirtayasa, stok beras premium dilaporkan kosong selama sekitar satu bulan. Pengelola menyebut pasokan bergantung pada pengadaan dan pengiriman dari kantor pusat.
“Sementara itu, Indogrosir Soekarno Hatta hanya menyediakan beras premium kemasan 10 kilogram, yakni merek Rosa sebanyak 8 ton atau sekitar 800 sak dan Dua Koki sekitar 100 sak. Beras kemasan 5 kilogram tidak tersedia saat pemeriksaan,” ujarnya.
Di juga menjelaskan untuk mencegah stok habis dalam waktu singkat, Indogrosir membatasi pembelian berdasarkan kategori keanggotaan. Anggota rumah tangga dibatasi maksimal satu sak per transaksi, sedangkan anggota warung yang membeli untuk dijual kembali maksimal tiga sak per transaksi.
Di Chandra Supermarket, pengelola juga mengaku membatasi pembelian ketika permintaan dalam jumlah besar meningkat. Kondisi itu terjadi karena sejumlah pedagang pasar tradisional berupaya membeli beras di ritel modern saat harga di pasar tradisional melonjak.
“Dari hasil pengecekan, kami mendapatkan gambaran langsung mengenai kondisi stok dan kendala distribusi di lapangan. Informasi tersebut menjadi bahan koordinasi bersama instansi terkait untuk mengantisipasi gangguan pasokan,” ujar dia kembali
Selain beras premium, Satgas turut memantau ketersediaan beras SPHP. Di Chandra Supermarket, beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual Rp 62.500. (GA/HAR)
Editor: Satriaji


