Cianjur (Globalasia 48 co.id) – Polres Cianjur, Jawa Barat bersama warga meringkus seorang pelaku diduga melakukan pelecehan seksual terhadap seorang anak masih bawah umur sebut saja Bunga (9), tidak jauh dari tempat tinggal pelaku, Minggu (16/7/2023).
Aksi bejat pelaku dilakukan dengan modus menyekap dan meraba tubuh korban serta menunjukan alat vital pelaku.
Pelaku berinisial D (58), warga Kecamatan Ciranjang, Cianjur, itu, kini telah diamankan guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut atas perbuatanya tersebut.
Menurut Kasat Reskrim Polres Cianjur Iptu Tono Liistianto, saat dimintai keterangan, Senin (17/7/2023), mengatakan pelaku ditangkap usai melakukan perbuatan pelecehan seksual
terhadap korban sebut saja Bunga (9), remaja yang masih dibawa umur
“Aksi bejat pelaku dilakukan terhadap.korbam di kediaman rumahnya yang sekaligus tempat usaha depot air pada Minggu (16/72023) lalu,”ujarnya.
Kasat menjelaskan mengetahui pelaku telah diamankan warga, maka pihaknya langsung menangkap pelaku dan kini telah diamankan guna menjalani proses hukum lebih lanjut.
“Pelaku diketahui melakukan aksi pelecehan sek.sual terhadap Bunga, yang merupakan korban ke tujuh yang diakui pelaku,”katanya.
Saat ini kami, lanjutnya, masih terus melakukan mengembangkan kasus tersebut dan pelaku baru mengakui tujuh korban yang pernah menjadi pelampiasan nafsunya.
Sedangkan dari sekian korban, baru satu orang yang sudah melapor yakni Bunga, sehingga pihaknya meminta orang tua korban lainnya tidak takut atau malu untuk melapor, agar pelaku dapat dijerat dengan hukuman setimpal atas perbuatannya.
“Kami akan menjamin kerahasiaan identitas korban, sehingga pihak keluarga yang mendapati anaknya menjadi korban jangan takut atau malu untuk melapor,” tegasnya.
Sementara aksi perbuatan bejat pelaku, diketahui awalnya setelah korban Bunga (9), yang minta izin pada orang tuanya untuk jajan ke warung. Namun korban berteriak minta tolong setelah sempat disekap pelaku di bagian belakang depot air isi ulang milik pelaku.
Ibu korban yang mendengar suara teriakan anaknya, langsung menuju ke lokasi dan mendapati anaknya dalam kondisi ketakutan sambil menangis.
Ketika ditanya Mawar menjawab takut dengan pelaku yang sudah melakukan pelecehan terhadap dirinya.
“Saya tanya kalau dia sudah mendapat pelecehan dari pelaku yang sempat meraba tubuh anak saya dan mengeluarkan alat vital nya. Anak saya berhasil kabur dan meminta tolong, atas dukungan warga dan aparat setempat saya melaporkan pelaku ke polisi,” terang saksi kembali, berita dikutip sumber Antara.
Banyak anak seusia anak saya dan sudah menginjak remaja yang menjadi korban, saya sudah minta mereka dan keluarganya untuk membuat laporan ke polisi, agar pelaku dijerat dengan hukuman berat. GA/Antara










