Sumatera Selatan (Globalasia 48 co.id)- Ratusan masa tergabung dalam organisasi masyarakat Himpunan Aktivis Masyarakat Republik Indonesia (HAM-RI) dan LSM KCBI/ LP-KPK Kabupaten Oku, Sumatera Selatan, melakukan aksi damai di depan gerbang kantor kejaksaan Tinggi setempat, Kamis (20/7/2023).
Mereka meminta pihak Kejati Sumsel, untuk segera membentuk tim khusus guna melakukan pemanggilan/memeriksa terhadap oknum di Dinas Kesehatan, terkait adanya dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Tahun Anggaran 2021/2022.
Aksi damai digelar di depan pintu gerbang kantor Kejati dengan membentangkan baner dan kertas karton bertuliskan’ Segera usut dugaan penyimpangan dalam pengunaan dana BOk Dinas Kesehatan Angaran Tahun 2021-2022.
Menurut Erham didampingi Alias Kelana/Jhony selaku Kordinator Lapangan (Korlap), disela-sela aksi itu, mengatakan pihaknya minta Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, untuk membentuk tim khusus guna mengusut adanya dugaan penyimpangan pengunaan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Kesehatan angaran tahun 2021-2022 lalu.
“Kami meminta untuk mengusut tuntas oknum di Dinas Kesehatan di sejumlah Kabupaten yakni Oku, Muara Enim dan salah satu Desa di Kecamatan Lubuk Raja, yang sebelumnya masalah tersebut telah dilaporkan di Kejati Sumsel,”ujarnya.
Ia juga menjelaskan pihaknya berharap pihak Kejati dapat segera menindak lanjuti dan segera memproses adanya dugaan penyimpangan dalam pengunaan angaran dana tersebut.
“Selain itu kami meminta pihak Kejati membentuk tim khusus untuk melakukan investasi dan memeriksa Kepala dinas kesehatan (Kadinkes) dibeberapa kabupaten, diantaranya di Dinas Kesehatan Oku, Diskes Muara Enim dan salah satu oknum kepala desa di kecamatan lubuk raja yang telah di laporkan di Kejati Sumsel.
Alokasi Penggunaan Anggaran Dana Bantuan Operasional Kesehatan(BOK) / Dana Desa Tahun 2021/2022.”
Sementara itu, Jaksa Fungsional Kejati Sumsel, Burnia SH. mengatakan pihaknya mengucapkan berterima kasih atas aspirasi yang disampaikan teman-teman dari HAM-RI Bersama LSM KCBI / LP-KPK terkait adanya dugaan penyimpangan dalam pengunaan angaran dana BOk tersebut.
“Kami akan sampaikan ke pimpinan melalui proses tahapan dan evaluasi yang terjadi di lapangan,”katanya. GA/Jhony
Editor: Shanti










