
Lampung Utara (Globalasia 48 co.id) – Polres Lampung Utara menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Krakatau Tahun 2025 di Halaman Mapolres setempat, Senin (17/11/2025). . Oprasi tersebut akan dilaksanakan selama dua pekan, mulai 17 hingga 30 November 2025, dengan fokus meningkatkan disiplin dan keselamatan berlalu lintas masyarakat.
Upacara itu, dipimpin Kapolres Lampung Utara AKBP Deddy Kurniawan dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, pejabat utama dan diikuti oleh seluruh personel yang terlibat dalam operasi, termasuk perwakilan dari unsur TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Jasa Raharja serta berbagai elemen masyarakat.
Kapolres Lampung Utara AKBP Deddy Kurniawan didampingi Kasat Lantas AKP Joni Cahter disela-sela acara itu, menjelaskan pelaksanaan Operasi Zebra tahun ini, menitikberatkan pada langkah preventif, preemtif, dan penegakan hukum secara selektif prioritas.
“Operasi Zebra Krakatau 2025 tidak hanya berfokus pada penindakan pelanggaran, tetapi juga mengedepankan edukasi kepada masyarakat. Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama,”katanya.
Pihaknya berharap, melalui operasi ini, angka pelanggaran dan kecelakaan khususnya di wilayah Lampung Utara dapat ditekan secara signifikan.
Menurutnya Operasi Zebra Krakatau Tahun 2025, mengutamakan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas yang dinilai paling sering menyebabkan kecelakaan.
Di Polres Lampung Utara, lanjutnya, terdapat delapan sasaran pelanggaran prioritas yaitu, pengendara menggunakan handphone saat berkendara, pengendara dalam pengaruh alkohol; pengemudi di bawah umur; pengendara yang melawan arus; pengendara berboncengan lebih dari satu orang; pengemudi melebihi batas kecepatan; pengemudi tidak menggunakan helm atau safety belt dan pengendara membawa muatan over dimension dan over load (ODOL).
“Pelanggaran-pelanggaran tersebut dinilai sebagai faktor pemicu kecelakaan paling tinggi, terutama di jalur utama Lampung Utara yang dikenal ramai dan dilintasi kendaraan berat,”terangnya.
Deddy Kurniawan juga menyampaikan bahwa pihaknya akan menempatkan personel di titik-titik rawan kecelakaan, seperti Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum), kawasan perkotaan, persimpangan padat, serta sekitar area sekolah.
“Selain melakukan penindakan, kami juga menggelar sosialisasi langsung di jalan, menyebar brosur imbauan, hingga memberikan edukasi ke sekolah-sekolah yang rawan terdapat pengemudi pemula atau pengendara di bawah umur,” terang dia kembali.
Dalam pelaksanaan Operasi Zebra Krakatau 2025 ini, dia menegaskan bahwa seluruh personel harus mengedepankan pendekatan humanis namun tetap tegas terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan.
“Kami tidak ingin operasi ini dipandang sebagai kegiatan mencari-cari kesalahan masyarakat. Justru kami ingin membangun budaya tertib melalui pendekatan persuasif dan edukatif. Namun untuk pelanggaran fatal, petugas wajib bertindak tegas,” ujar Deddy.
Selain itu, pemantauan juga dilakukan melalui patroli rutin dan patroli mobile untuk mengantisipasi pelanggaran pada jam-jam tertentu, seperti pagi hari saat aktivitas sekolah dan sore hari di kawasan pasar.(GA/HAR)
Editor: Satriaji








