
Langkat (Globalasia 48 co.id) – Masyarakat resah dengan maraknya aksi pencurian sepeda motor (curamor, yang kerap terjadi di daerah kawasan wisata alam Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Hal itu, diketahui dalam sepekan terjadi sejumlah aksi curamor dan hingga saat ini para pelakunya belum ditangkap.
Seperti aksi pencurian yang dialami oleh pembantu wisata berinsial AD, yang mengalami kerugian satu unit sepeda motor Honda CRF raib dibawa kabur pencuri saat diparkir di areal Wisata Dusun Batu Mandi, Desa Sampe Raya, pada tanggal 23 Juni 2026 lalu.
Sebelumnya aksi pencurian sepeda motor (curamor), juga terjadi dialami oleh seorang pengunjung wisata dari luar daerah Kecamatan Bahorok, mengalami kerugian satu unit sepeda motor jenis Honda Vario nopol BK-3439-RBS dibawa kabur pelaku pencuri.
Menurut salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Kamis (25/6/2026), dirinya merasa prihatin kondisi keamanan dengan maraknya aksi pencurian yang terjadi beberapa pekan terakhir ini.
“Kami mempertanyakan kinerja aparat kepolisian khusunya Polsek Bahorok, karena hingga saat ini belum dapat menangkap para pelakunya,”katanya.
Ia juga menjelaskan Bahorok yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Langkat menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Menurutnya keamanan menjadi faktor penting yang menentukan kenyamanan dan kepercayaan wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut.
“Kecamatan Bahorok selama ini, dikenal sebagai gerbang wisata alam Sumatera Utara. Selain memiliki berbagai objek wisata alam yang menarik, di wilayah ini juga ada lokasi tempat wisata yang telah dikenal hingga Mancanegara yang bernama Bukit Lawang,”ujarnya.
Dari informasi diketahui,”lanjutnya, dalam setiap tahun ribuan wisatawan domestik maupun wisatawan asing datang ke Bukit Lawang untuk menikmati keindahan alam, aktivitas wisata sungai, serta melihat habitat orangutan yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.
“Dengan tingginya jumlah kunjungan wisatawan, masyarakat menilai bahwa keamanan kawasan wisata harus menjadi prioritas utama. Kejadian kehilangan kendaraan bermotor yang berulang dikhawatirkan dapat mencoreng citra daerah wisata dan mengurangi rasa aman para pengunjung,”terangnya.
Hal yang sama dikatakan Hadi, salah satu warga lainya mengatakan aparat kepolisian Polsek Bahorok harus l memiliki tanggung jawab untuk menindak lanjuti setiap laporan tindak pidana secara cepat, profesional, transparan dan akuntabel.
“Selain melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap laporan yang telah diterima, kepolisian juga diharapkan mampu memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat maupun wisatawan yang datang berkunjung,”katanya.
Ia meminta aparat kepolisian Polsek Bahorok dapat mengungkap pelaku pencurian kendaraan bermotor (curamor), dan menelusuri kemungkinan adanya jaringan pelaku yang beroperasi di kawasan wisata.
Selian itu, aparat kepolisian agar dapat meningkatkan patroli rutin pada lokasi-lokasi yang dianggap rawan dan memperkuat pengawasan pada area parkir wisata, serta membangun koordinasi yang lebih intensif dengan pemerintah desa, pengelola wisata berserta masyarakat setempat.
Dengan maraknya aksi pencurian sepeda motor (curamor), telah menjadi perhatian publik dan meminta Kapolda Sumatera Utara memberikan perhatian khusus terhadap kondisi keamanan di Kecamatan Bahorok.
Sejumlah warga meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan dan pelayanan keamanan di kawasan wisata Bahorok, termasuk evaluasi terhadap efektivitas langkah-langkah pengamanan yang telah dilakukan selama ini.
Masyarakat menegaskan bahwa permintaan evaluasi tersebut muncul karena Bahorok merupakan salah satu daerah wisata penting di Sumatera Utara yang menjadi tujuan wisatawan lokal, nasional, dan internasional.
Sebagai kawasan yang menjadi wajah pariwisata Kabupaten Langkat, keamanan wisatawan dinilai harus menjadi prioritas utama seluruh pihak terkait. (GA/Red)
Editor: Satriaji


