
Jakarta (Globalasia 48 co.id) – Duta Besar Republik Islam Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Amir Saeid Iravani, menegaskan bahwa operasi militer negaranya terhadap Israel adalah merupakan upaya untuk membela diri, Sabtu (13/4/2024).
“Operasi Iran sepenuhnya merupakan perwujudan dari hak yang melekat pada Iran untuk membela diri. Tindakan yang telah selesai tersebut diperlukan dan proporsional,” ucap Iravani dalam sidang darurat Dewan Keamanan PBB, Minggu (14/4/2024).
Iravani menyatakan bahwa serangan tersebut hanya mengincar instalasi militer dan dilakukan dengan sangat hati-hati untuk mengurangi potensi eskalasi dan korban warga sipil, menurut keterangan tertulis PBB.
Perwakilan Iran itu justru menyayangkan sejumlah anggota Dewan Keamanan (DK) PBB, seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis, yang gagal melihat akar masalah yang membuat pihaknya melancarkan aksi tersebut.
“Dengan munafiknya ketiga negara tersebut menyalahkan dan menuduh Iran tanpa memperhatikan kegagalan mereka sendiri dalam menjunjung komitmen internasional mereka untuk mewujudkan perdamaian dan keamanan kawasan,” katanya.
Dia juga menyebut ada upaya mendiskreditkan hak membela diri Iran dengan kebohongan dan disinformasi.
Selain itu, perwakilan Iran di PBB tersebut mengatakan bahwa diamnya Dewan Keamanan PBB terhadap kejahatan perang Israel terhadap rakyat Palestina semakin mendorong rezim Israel melanjutkan aksinya.
Menurutnya Amerika Serikat dan sekutunya Israel, terus merintangi upaya di DK PBB untuk meminta pertanggung jawaban Israel atas agresinya di Gaza yang telah berlangsung lebih dari 6 bulan.
“Republik Islam Iran menegaskan kembali tekadnya untuk mempertahankan rakyat, keamanan nasional, serta kepentingan kami. Kami tidak akan ragu untuk membela hak ini apa bila diperlukan,” tegasnya.
Permusuhan terbaru antara Iran dan Israel dipicu serangan terhadap Konsulat Iran di Damaskus, Suriah, pada 1 April 2024 lalu, yang menewaskan sedikitnya tujuh anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, termasuk dua jenderal penting.
Iran kemudian melancarkan serangan balasan dengan menembakkan puluhan rudal balistik dan ratusan pesawat nirawak ke Israel pada Sabtu (14/4/2024), malam lalu, berita dikutip dari Antara.
Serangan itu, menurut Israel, berhasil digagalkan dan hanya mengenai sebuah pangkalan udara militer di Israel tetapi tidak menimbulkan kerusakan serius. GA/Antara








