
Lampung Utara (Globalasia 48 co. id) – Terkait isu Provinsi Lampung berpotensi masuk dalam zona gempa megathrust, Pemerintah Daerah dan Polres serta Kodim 0412 melakukan berbagai langkah lakukan edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat serta giatkan patroli rutin maupun lakukan koordinasi aktif dengan badan meteorologi, klimatologi berserta pihak Geofisika Lampung Utara setempat.
Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Utara, menjelaskan hingga saat ini Pemerintah Daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Polres dan TNI Kodim, kerap melakukan berbagai sosialisasi edukasi terkait bencana alam “Bukan hanya terkait isu adanya gempa megathrust.
“Edukasi terkait bencana seperti banjir dan angin kencang pun telah dilakukan agar pengetahuan masyarakat tentang antisipasi dan menolong diri sendiri pun diketahui oleh masyarakat,”kata Lekok saat dihubungi melalui via ponsel, Senin ( 9 /9/ 2024).
Dia juga mengatakan terkait predisksi masalah gempa megathrust, tidak ada satu pun alat atau lembaga yang dapat memastikan kapan terjadinya gempa.
”Tapi terkait masalah prediksi, masyarakat sifatnya di minta untuk waspada yakni mitigasi harus diketahui. Saya hanya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak percaya dengan informasi hoax dan lebih kepada informasi pasti dari pihak yang berkompeten,”terangnya.
Sementara itu Kapolres, AKBP Teddy Rachesna dihubungi secara terpisah mengatakan jika pihaknya telah melakukan langkah antisipasi dan bahkan anggota pun siap 24 jam untuk membantu masyarakat.
”Jauh tentang megathrust, kami juga telah melakukan dalam membantu masyarakat dalam pendistribusian air bersih yang mengalami kekeringan membutuhkan air bersih,”katanya.
Pihaknya diminta atau tidak diminta, lanjutnya, akan tetap membantu masyarakat dalam bentuk keamanan, sosial, kemanusiaan, dan lainnya.
“Kita berdo’a, semoga Kabupaten Lampura selalu aman, nyaman, dan jauh dari bencana,”harapnya.
Hal senada dikatakan Komandan Kodim 0412 Lampura Letkol INF Hery Eko Prabowo, mengatakan pihaknya bersama Polres telah melakukan berbagai langkah dalam membantu masyarakat baik pendistribusian air bersih, gotong royong, dan sosialisasi mitigasi bencana.
“Kami akan selalu berkoordinasi dan sinkronisasi dengan Pemkab, Polres dan pihak BMKG dengan tujuan agar langkah tanggap dan cepat pun dapat dilakukan. Dan, bahkan kami pun siap diterjunkan jika nantinya benar terjadi diminta untuk diperbantukan kewilayah yang sangat terdampak Megathurst,”terangnya.
Di tempat terpisah dari pihak PMG Madya BMKG Lampura, Agung Setiadi mengatakan gempa Megathrust adalah fenomena yang terjadi di area pertemuan dua lempeng tektonik.
“Megatrusht tidak bisa dipredikasi kapan terjadinya, tetapi kalau potensi ada di karena wilayah Lampung diapit duat lepeng besar dunia dan dilalui patahan Sumatera. Kami hanya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak resah, panik, dan fahami mitigasi bencana,”terang Agung. GA/HAR
Editor: Satriaji








